HALOJEMBER.COM – Saat ini ada banyak coffee shop yang dijadikan tempat nongkrong favorit anak muda.
Namun di tengah gempuran coffee Shop dengan tema estetik di Bondowoso ada satu tempat nongkrong yang menyajikan nuansa alam.
Kopi sawah begitu orang menyebutnya lokasinya berada di Desa/ Kecamatan Tenggarang Bondowoso.
Penampakannya tidak seperti kafe pada umumnya namun sensasi dan kenyamananya dijamin tak kalah dengan kafe kekinian.
Hanya ada satu pedagang kopi keliling disini. Frandika penjual kopi keliling sibuk menata dagangannya.
Dia merapikan gelas plastik dan rentengan minuman serbuk. Beberapa anak muda datang memesan kopi panas.
Sejurus kemudian tangannya sibuk meracik kopi dan menuangkan air panas. Setiap sore anak-anak muda berdatangan untuk menikmati secangkir kopi dengan pemandangan langit senja.
"Meski ramai kendaraan yang melintas, namun suasananya nyaman," ungkapnya sembari mengaduk kopi.
Andika pemuda asal Desa Maesan datang bersama kawan-kawannya. Cukup dengan membeli kopi seharga Rp 5 ribu Andika sudah bisa bersantai menikmati kopi sawah.
Dia biasa datang sekitar pukul 16.00 dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya hingga petang.
Suasananya yang menenangkan membuatnya betah berlama-lama di lokasi tersebut. "Seru, Saya langganan ke sini, padahal lokasinya cukup jauh dari rumah saya," bebernya.
Lokasi kopi sawah tidak terlalu jauh dari pusat kota dengan jarak tempuh 8 kilometer atau 15 menit waktu perjalanan.
Dari Alun-Alun Bondowoso, langsung mengambil jalur ke arah timur menuju arah Situbondo.
Di lokasi tersebut juga menjadi langganan untuk beristirahat para sopir truk. Rata-rata truk tebu yang akan menuju pabrik gula di Prajekan akan berhenti sejenak untuk minum kopi sambil menikmati pemandangan persawahan.
Bahkan, sepanjang jalan tersebut dipenuhi pemuda yang tengah asik nongkrong. "Di sini penjual kopinya cuma satu, meski di pinggir jalan, polusinya juga tidak begitu menggangu," pungkasnya.
Editor : Halo Jember