Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Bermalam di Peristirahatan Jaman Kolonial Belanda, Pesanggrahan The Raung Bondowoso

Halo Jember • Jumat, 2 Februari 2024 | 02:50 WIB
Peanggrahan The Raung (Foto : Radar Jember)
Peanggrahan The Raung (Foto : Radar Jember)

HALOJEMBER.COM – Bangunan peninggalan Belanda masih sering ditemukan di Bondowoso. Bahkan masih terjaga dengan baik. Seperti Pesanggrahan The Raung yang terletak di Desa/ Kecamatan Sumberwringin.

Pesanggrahan The Raung memiliki desain arsitektur yang unik dan menarik. Warga sekitar menyebutnya kamar bola karena bagian depan bangunan berbentuk setengah lingkaran. Pada zaman Belanda ruangan ini digunakan untuk pertemuan atau pesta.

Dibagian tengah terdapat sejumlah kamar tidur dan bagian belakang diisi dengan sejumlah ruangan seperti dapur dan kamar mandi.

Bangunan peninggalan Belanda itu berdiri di lahan seluas satu hektar. Sama seperti bangunan peninggalan Belanda lainnya, bangunan ini juga memiliki pondasi dasar cukup tinggi. Sekitar 1-2 meter di atas permukaan tanah.

Sementara pintu dan jendela, juga lebih tinggi dan lebar dari pada pintu dan jendela pada umumnya. Bukan hanya itu, masing-masing kamar memiliki konsep yang selalu terhubung antara kamar satu dengan lainnya

Untuk menuju Pesanggrahan The Raung setidaknya menempuk jarak 35 kilometer atau sekitar 45 menit dari pusat kota Bondowoso.

Sejarawan di Bondowoso, Tantri Raras, mengatakan, pada zaman Belanda, Pesanggrahan The Raung merupakan tempat peristirahatan atau persinggahan para penguasa kolonial.

Ketika Belanda masuk ke Bondowoso, saat itu memang membangun sejumlah bangunan. Seperti Guest House Jampit dan lain sebagainya. Kemudian pada 1930 silam, bangunan The Raung dibangun.

“Bangunan The Raung ini bersamaan dengan penanaman pohon pelangi yang ada tak jauh dari lokasi,” imbuhnya.

Pesanggrahan The Raung, sudah masuk dalam bangunan cagar budaya. Oleh sebab itu, bentuknya tidak dapat diubah lagi. “Hanya diperbaiki bagian yang rusak. Tidak boleh diganti bentuknya,” tegasnya.

Memiliki arsitektur klasik, ternyata Pesanggrahan The Raung sempat terbengkalai selama puluhan tahun. Tepatnya setelah Belanda hengkang dari Indonesia pasca kemerdekaan.

Keunikannya ini membuat masyarakat ingin berkunjung untuk menginap atau hanya berfoto saja.

Kini bangunan itu, dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan bagi para wisatawan. Setelah sebelumnya sempat vakum.

Lokasi The Raung juga dinilai strategis untuk dimanfaatkan sebagai tempat persinggahan. Mengingat lokasi jalur pendakian Gunung Raung via Bondowoso.

Selain itu, ada pohon pelangi atau eucalyptus yang lokasi juga tidak jauh dari sana. Maka tidak heran, jika bangunan tersebut juga menjadi salah satu jujugan.

Bahkan, pada akhir pekan biasanya tempat ini sering dikunjungi wisatawan lokal, maupun warga sekitar. Meskipun hanya sebatas untuk berswafoto bersama keluarga. Pada halaman depan dan belakang, disediakan taman bermain, lengkap dengan wahana permainannya. (ham/dwi)

Editor : Halo Jember
#Pesanggrahan The Raung #belanda #bondowoso