Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Main Congklak, Laksana Hidup di Zaman Kerajaan

Halo Jember • Senin, 5 Februari 2024 | 02:11 WIB
Photo
Photo

HALOJEMBER.COM- Congklak atau dakon merupakan jenis permainan tradisional yang kini mulai punah ditelan zaman.

Dahulu permainan ini sering dimainkan oleh anak-anak Perempuan.

Keseruan dan keunikan permainan ini kerap diceritakan oleh para nenek moyang.

Konon congklak berasal dari Afrika dan Arab. Congklak tersebar ke Asia dibawa oleh para pedagang Arab.

Di Indonesia congklak identik dengan permainan tradisional Jawa. Selain itu permainan ini juga dikenal di beberapa daerah lainnya.

Ditengah gempuran game online yang cukup popular permainan ini ternyata masih dimainkan oleh anak anak kecil di pedesaan.

Wafil anak Desa Karangmelok, Kecamatan Tamanan masih bermain congklak bersama teman-temannya.

Wafil sering bermain congklak di emperan rumahnya. Permainan tradisional ini cukup mudah dimainkan.

Tidak perlu pusing mikir strategi untuk menang, kunci utamanya adalah jujur dengan lawan, serta patuh terhadap aturan main. "Mainnya menarik karena gampang," kata Wafil.

Menurut Wafil bermain congklak membawa sensasi kuno seperti hidup di zaman Kerajaan.

"Iya asyik seperti di film film kerajaan," imbuhnya saat ditemui di rumahnya.

Keseruannya juga terletak pada penimbunan biji congklak.

Biasanya, pemenangnya adalah yang paling banyak mengantongi biji tersebut.

Sehingga, kedua pemain cukup serius saat bermain.

"Kalau menang ya bangga, karena saya paling kaya, dengan mengumpulkan banyak biji," ujar Wafil

Permainan itu juga tidak mempunyai resiko apapun. Para pemain tinggal duduk menikmati permainan.

Bahkan, bisa bermain sambil bercanda dengan lawannya.

Selama proses permainan, tidak ada ketegangan sedikitpun. "Enak bermain, karena juga santai," jawabnya.

 Kendati sederhana, antusias dari beberapa anak di desa tersebut cukup besar.

Setiap kali permainan dimulai, pasti diikuti banyak penonton. Kadang kala, mereka juga secara bergantian mencoba bermain. "Nanti yang kalah diganti, sampai bijinya habis," pungkasnya.

Editor : Halo Jember
#MAIN #congklak #Permainan Tradiaional #bondowoso