HALOJEMBER.COM – Tari kontemporer adalah jenis tari yang tidak terpengaruh oleh pakem tertentu. Gerakan tari kontemporer lebih bebas tidak terikat dan modern.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata kontemporer memiliki arti masa kini. Sehingga tari kontemporer juga bisa dimaknai sebagai tarian masa kini.
Jenis tari kontemporer di Bondowoso mulai dipertunjukkan sebagai ajang promosi. Seperti memperkenalkan budaya hingga wisata yang ada.
Hal ini dinilai positif sehingga dapat mengangkat potensi wisata di Bondowoso. Selain itu tarian yang ditampilkan juga dapat menghibur wisatawan.
BACA JUGA : Navara Waterpark Bondowoso, Bisa Main Air Sepuasnya Bersama Keluarga
Untuk mengenalkan budaya dan wisata Bondowoso tari kontemporer kerap memunculkan propeerti singo ulung an blue fire.
Tarian kontemporer biasanya diisi oleh lima hingga tujuh personil. Salah satu tema tarian yang kerap ditampilkan di Bondowoso adalah tari pesona Bondowoso. Jenis tarian tersebut sering ditampilkan pada beberapa event.
Owner sanggar tari Desa Retri Dancer Bondowoso Frandika Eka Mahendra menjelaskan, perbedaan tari kontemporer dengan tradisional terletak gerakan.
Tari kontemporer memiliki gerakan yang lebih bebas dan tema yang lebih banyak. "Selain gerakan yang lebih bebas, memiliki tema yang juga lebih banyak," terangnya.
Meski begitu, salah satu manfaat melestarikan tari kontemporer yaitu menyiasati para menonton agar tidak jenuh. Sebab pertunjukan juga kerap mengikuti alunan musik yang dimainkan.
BACA JUGA : Pesona Guest House Jampit Bondowoso Tersembunyi di Antara Perkebunan
"Kalau sudah nuansa menegangkan ya pasti ada pertunjukan yang bikin penonton heboh," pungkasnya.
Senada Salah satu Instruktur tari asal Bondowoso, Tantri Raras Ayuningtyas mengatakan tarian kontemporer harus dilestarikan.
Khususnya kalangan sekolah hingga perguruan tinggi. Sehingga budaya itu tidak lekang oleh zaman, apalagi temannya juga variatif.
“Setiap sanggar bisa mengeluarkan masing-masing kreatifitasnya," pungkasnya
Editor : Halo Jember