HALOJEMBER.COM- Wisata hutan bambu salah satu wisata alam Lumajang yang menarik wisatawan. Rumpun bambu yang menjulang tinggi menutup bentangan langit yang cerah.
Menciptakan suasana yang sejuk nan asri. Sangat cocok untuk tempat bersantai di akhir pekan.
Wisata hutan bambu berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Pronojiwo ini berbatasan dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di bawah Gunung Semeru.
Panorama alamnya tidak perlu diragukan. Asri dan sangat nyaman membuat pengunjung betah untuk singgah sejenak. Area wisata ini terbagi dalam beberapa zona yang semuanya dapat dinikmati.
Gemericik sumber mata air alami mengalir di kawasan wisata. Ada kolam pemandaian yang bisa dinikmati pengunjung.
Pengunjung juga bisa mengabadikan momen di spot foto yang sudah disediakan. Sejumlah warung juga mudah ditemukan di sekitar lokasi wisata.
di sekitar kawasan wisata juga memiliki panggung pertunjukkan untuk pagelaran budaya. Di mana setiap tahunnya akan ada tradisi asli masyarakat sekitar dalam menyambut tahun baru Islam.
Salah satu pengunjung, Dwi Lestari mengatakan, kelengkapan fasilitas dan panorama wisata yang lengkap tersebut menjadi daya tarik bagi pengunjung, terlebih lagi, banyak disediakan bangku sebagai tempat bersantai.
“Jadi ya terasa sangat komplit, mulai dari bersantai sampai bisa berenang di kolam,” ungkapnya.
Selain menjadi destinasi wisata, tempat ini juga merupakan rumah bagi ratusan ekor kelelawar dan monyet ekor panjang.
Pengunjung dapat memberi makan dan berinteraksi dengan satwa yang ada disana. Mayoritas satwa adalah monyet ekor panjang yang sangat ramah.
Pengunjung juga bisa melihat segerombolan ikan koi yang berenang bebas di kolam. Ada juga kelelawar penghuni hutan bamboo.
Salah satu pengunjung, Suprayogi mengatakan, keasrian wisata sudah bisa dirasakan dengan banyaknya satwa yang tinggal berhabitat secara bebas di sekitarnya.
“Jika tidak terjaga tentu kelompok monyet ekor panjang atau satwa lain seperti kelelawar tidak akan mau menjadikan wisata ini sebagai rumahnya,” terangnya.
Pria kelahiran Sidorejo, Kecamatan Sukodono, Lumajang itu mengaku pernah menjadi salah satu anggota kelompok pelestari sumber daya alam bagi wisata hutan bambu.
Sehingga, satwa yang ada saat ini sudah sangat menerima kehadiran manusia dan jinak.
“Selama tidak diganggu, tentu satwa di sini juga akan ramah, apalagi ada pengunjung yang memberi makan,” tambahnya.
Gerombolan monyet dari yang kecil hingga paling besar akan datang menyerbu saat ada pengunjung yang menyodorkan makanan. Tapi tidak perlu khawatir dan merasa takut, pasalnya tidak akan buas kepada manusia.
“Proses penjinakan sudah lama dilakukan dalam upaya melestarikan wisata dan satwa di dalamnya, sehingga pengunjung tak perlu khawatir saat ini,” ungkapnya.
Editor : Halo Jember