Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengilhami Semangat Belajar Habib Habib Abu Bakar Assegaf Gresik

Halo Jember • Selasa, 7 Mei 2024 | 14:30 WIB
Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, seorang waliyullah yang wafat di Gresik, Jawa Timur (Foto: FB/Ist)
Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, seorang waliyullah yang wafat di Gresik, Jawa Timur (Foto: FB/Ist)

HALO JEMBER – Dunia pendidikan saat ini telah berkembang pesat. Berkat kecanggihan teknologi, hampir semua informasi mudah didapat. Berbeda dengan dulu, untuk mendapatkan ilmu begitu susah perjuangannya.  Seperti yang dilakukan Habib Abu Bakar Assegaf Gresik, yang semasa hidupnya merantau sampai ke Yaman untuk menimba ilmu agama.

Habib Abu Bakar Assegaf memiliki nama lengkap Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf.  Dia adalah putra dari Habib Muhammad bin Umar. Pada saat balita Habib Abu Bakar Gresik ini diajak orang tuanya untuk hijrah dari Besuki, Situbondo ke Gresik.

Namun, pada usia 2 tahun Habib Abu Bakar Assegaf telah menjadi anak yatim, karena ayahnya meninggal dunia. Walau menjadi anak yatim, tapi Habib Abu Bakar tumbuh menjadi anak begitu semangat dalam mendapatkan ilmu, khususnya ilmu agama.

Bila, anak usia 8 tahun pada umumnya memilih untuk bermain. Tapi tidak untuk Habib Abu Bakar. Pada usia yang belum genap 10 tahun tersebut, dia sudah berani merantau ke Hadramaut, Yaman.

Mengutip Laduni.id, pada 1293 H Habib Abu bakar berangkat ke untuk menimba ilmu ke tanah para waliyullah  dan itu merupakan permintaan nenek dari pihak ibunya, Fathimah binti Abdullah 'Allan.

Selama di Hadramaut, Habib Abu Bakar berguru ke beberapa ulama terkemuka seperti Habib Abdullah bin Umar Assegaf (pamannya), Habib Syeikh bin Umar bin Segaf Assegaf, Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi (penulis Maulid Simtudduror), Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Masyhur (mufti di Hadramaut pada zaman itu), dan lainnya.

Selain berguru, Habib Abu Bakar gemar berziarah mengunjungi makam para ulama salaf. Kebiasaan itu terus dilakukan hingga beranjak dewasa. Baginya, ulama salaf mendapatkan kedudukan yang tinggi karena selalu memanfaatkan waktunya untuk belajar, beribadah, dan bermunajat kepada Allah SWT.

Bertahun-tahun belajar di Hadramaut, Habib Abu Bakar pulang ke Indonesia pada 1302 H dengan ditemani Habib Alwi bin Segaf Assegaf. Ia sempat menetap di Besuki, Situbondo untuk memperdalam ilmu agama yang diperoleh dari Hadramaut.

Selama tiga tahun ia habiskan waktunya di Besuki. Pada 1305 H, berpindah ke Gresik pada usia 20 tahun. Selama berpindah ke Gresik Habib Abu Bakar mengunjungi para ulama dan auliya zaman itu. Ia belajar, meminta ijazah, atau berkah kepada para ulama salaf pada zaman itu.

Di antara ulama salaf tersebut adalah Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas Empang Bogor, Habib Abdullah bin Ali  al-Haddad Bangil, Habib Ahmad bin Abdullah al-Attas Pekalongan, Habib Abu Bakar bin Umar bin Yahya Surabaya, dan masih banyak lagi.

Dakwah Habib Abu Bakar Assegaf

Setelah bertahun-tahun menimba ilmu agama, Habib Abu Bakar kerap didatangi orang-orang dari berbagai penjuru. Rumahnya tak pernah sepi dari tamu dengan bermacam-macam tujuan. Ada yang sekadar berkunjung, meminta doa, bahkan meminta solusi melalui Habib Abu Bakar.

Habib Abu Bakar pernah melakukan khalwat selama kurang lebih 15 tahun. Khalwat adalah aktivitas menyepi meninggalkan duniawi dan hanya beribadah kepada Allah SWT. Baca Juga: Cerita Penemuan Sumur Habib Sholeh Tanggul

Photo
Photo

Setelah itu, kewalian Habib Abu Bakar tak diragukan lagi. Bahkan, para ulama lainya telah membuktikan kewalian Habib Abu Bakar yang berada di tingkatan tertinggi dari para wali lainnya. Bahkan, Habib Abu Bakar pernah bertemu Rasulullah SAW secara langsung. Karena kewaliannya, Habib Abu Bakar mendapat julukan Al Qutb atau pimpinan para wali.

 “Benar adanya bahwa saudaraku Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah sebuah  mutiara  dari  keluarga  Assegaf,  keluarga  yang  memiliki derajat paling tinggi di antara lainnya,” kata Habib Muhammad Al-Muhdhor, dikutip dari Laduni.id.

Editor : Halo Jember
#belajar #gresik #Haul Habib Abu Bakar Assegaf #Habib Abu Bakar Assegaf