Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Hartono Bersaudara Tebus Como 1907 di ‘Pegadaian’. Kondisinya: Tidak Punya Pemain

Halo Jember • Rabu, 15 Mei 2024 | 02:18 WIB
Photo
Photo

HALO JEMBER - Hartono bersaudara, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono menjadi buah bibir di sepak bola Italia. Bagaimana tidak, bos Grup Djarum dan BCA, serta sebagai salah konglomerat di Indonesia. Mereka bisa menyelamatkan tim sepak bola Como 1907 dari kebangkrutan hingga saat ini menjadi tim promosi Serie A Italia 2024-2025 mendatang.

Sebagai informasi, pada tahun 2019, Sent Entertaiment Ltd mengambil alih Como 1907. Sent Entertainment dikendalikan oleh Grup Djarum, milik Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono atau disebut Hartono bersaudara atau keluarga Hartono.

Sent Entertaiment membeli Como 1907 dengan harga cukup murah, yaitu tidak sampai Rp 5 miliar. Sebab, pada waktu itu, Como 1907 dalam kondisi memprihatinkan. Saat diakusisi, Como 1907 tidak punya pemain sama sekali.

"Beli nggak sampai Rp 5 miliar, istilahnya nebus di pegadaian. Tidak punya pemain sama sekali. Aset-aset yang nggak terurus dan selanjutnya dipoles lagi," ungkap Mirwan Suwarso, pewakilan Mola TV, salah satu unit usaha milik Grup Djarum.

Mengutip Calcio e Finanza, Hartono tercatat sebagai orang terkaya di Serie A Italia. Kekayaan Hartono mengalahkan pemilik klub sepak bola yang jauh lebih terkenal, seperti Fiorentina, AS Roma, hingga Juventus.

Berikut daftar pemilik klub terkaya di Serie A Italia

 

Photo
Photo

Dalam Forbes Real Time Billionaires per Rabu (31/1/2024), Robert Budi Hartono tercatat di urutan ketiga orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan US$23,8 miliar atau setara dengan Rp 382,6 triliun (kurs Rp 16.077). Lalu pada urutan keempat diisi oleh Michael Hartono dengan total kekayaan US$22,8 miliar atau setara dengan Rp366,55 triliun.

Photo
Photo

BISNIS KELUARGA HARTONO

Banyak orang mengira sumber kekayaan terbesar duo Hartono berasal dari usaha rokok kretek yang mereka miliki saja. Sebagaimana diketahui, Robert dan Michael Hartono merupakan anak dari pendiri perusahaan rokok kretek Djarum, Oei Wie Gwan.

Grup Djarum melebarkan sayap mulai tahun 1972 dengan melakukan ekspor dan melakukan produksi menggunakan mesin pada 1981 hingga menjadi perusahaan rokok terbesar di Tanah Air. Beberapa produk Djarum yang dikenal masyarakat yakni Djarum Coklat, Djarum 76, Djarum Super, hingga Djarum Black.

Baca Juga: Sinopsis Film Horor Vina : Sebelum 7 Hari, katanya pelaku belum di tangkap?

Perbankan

 Hartono Bersaudara juga terlibat dalam sektor perbankan. Melalui investasi di Bank Central Asia (BCA), mereka berhasil memperoleh saham yang signifikan dalam bank tersebut. Kapitalisasi pasar BCA yang mencapai triliunan rupiah menjadi salah satu sumber kekayaan utama mereka.

Rokok

Dari awalnya hanya sebagai perusahaan kecil di Kudus, Jawa Tengah. Djarum kini telah menjadi salah satu merek rokok ternama di Indonesia. Dengan kualitas produk yang konsisten dan inovasi yang terus dilakukan, Djarum tetap menjadi pilihan utama bagi para pecinta kretek di Tanah Air.

Properti

Selain dalam industri rokok, Hartono Bersaudara juga memiliki investasi yang signifikan di sektor properti. Menara BCA, Hotel Indonesia Kempinski, Grand Indonesia, hingga Kempinski Residence merupakan beberapa properti yang mereka miliki dan kelola dengan baik.

Elektronik

Melalui merek Polytron, Hartono Bersaudara juga terlibat dalam industri elektronik. Produk-produk seperti AC, kulkas, televisi, dan telepon seluler diproduksi dengan standar kualitas tinggi dan telah mendapat kepercayaan dari masyarakat luas.

Agribisnis

Usaha di bidang agribisnis juga menjadi salah satu pilar kekayaan Hartono Bersaudara. PT Hartono Plantation Indonesia (HPI) fokus pada penyediaan kelapa sawit dan telah menjadi salah satu pemain utama dalam industri tersebut.

Menara Telekomunikasi

Investasi dalam infrastruktur telekomunikasi juga menjadi bagian dari portofolio Hartono Bersaudara. Melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), mereka memiliki kepemilikan saham yang signifikan dan berkontribusi dalam pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia.

Media

Industri media dan komunikasi juga tidak luput dari perhatian Hartono Bersaudara. Dengan merilis platform seperti Djarum Super Soccer TV dan Mola TV, mereka ikut berperan dalam mengubah pola konsumsi konten digital di Indonesia.

Baca Juga: Mengilhami Semangat Belajar Habib Habib Abu Bakar Assegaf Gresik

Makanan dan Minuman

Dalam bidang makanan dan minuman, Hartono Bersaudara juga memiliki kontribusi yang signifikan. Melalui PT Savoria Kreasi Rasa, mereka menghasilkan berbagai produk pangan dan minuman yang telah menjadi favorit banyak orang.

Digital

Investasi dalam industri digital dan teknologi juga menjadi bagian penting dari strategi bisnis Hartono Bersaudara. Melalui Blibli.com, mereka berhasil meraih kesuksesan besar dalam dunia e-commerce dan terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen di era digital ini.

Dengan berbagai sumber kekayaan yang mereka miliki, tidak mengherankan jika Hartono Bersaudara berhasil meraih gelar sebagai pemilik klub terkaya di Italia. Melalui kepemilikan FC Como 1907, mereka tidak hanya menorehkan namanya dalam dunia bisnis, namun juga dalam dunia sepak bola internasional. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari ketekunan dan visi jangka panjang yang mereka miliki dalam mengelola berbagai bisnis yang mereka jalankan.

Editor : Halo Jember
#Hartono bersaudara #bca #Como 1907 #Grup Djarum #serie a italia