HALOJEMBER.COM - Meski pemandangannya indah, pengunjung tidak bisa berenang atau mandi di air terjun Kali Pahit.
Sebab air terjun ini adalah rembesan dari Kawah ijen yang mengalir dan menjadi sungai kecil dengan kadar belerang yang sangat tinggi.
Mujahidin awalnya ingin mandi. Namun, niat itu dia urungkan setelah mengetahui tanda tingginya kandungan belerang di air terjun ini sangat tinggi.
"Ternyata setelah sedikit browsing, air terjun ini mengandung beberapa zat senyawa yang cukup berbahaya untuk kesehatan kulit. Makanya jadinya mending tidak usah mandi," tuturnya.
BACA JUGA: VIRAL! Destinasi Wisata Baru Mirip Land of Dawn Dunia Nyata
Diketahui di Air Terjun Kali Pahit ini mengandung senyawa Sulfat, Klorida, Fluoride, dan senyawa H2S04 yang tinggi sehingga dapat menghasilkan Kristal gypsum.
Karena hal ini Pemkab Bondowoso memberikan tanda larangan mandi di Air Terjun Kali Pahit.
Sementara itu, warna air yang berwarna biru muda, atau kadang hijau pucat disebabkan karena kandungan belerang yang tinggi. Hal itu juga menyebabkan air memiliki busa yang banyak.
BACA JUGA: 7 Destinasi Wisata Alam Jember yang Wajib Dikunjungi Saat Musim Kemarau
"Meskipun tidak bisa mandi, bisa foto-foto di sini saja sudah senang. Karena unik warna airnya warna biru begitu," tutur Mujahidin.
Sebagai informasi, Air Terjun Kali Pahit resmi menjadi destinasi wisata alam Bondowoso pada pertengahan tahun 2020.
Sebelumnya air terjun ini adalah salah satu cagar alam yang tidak dibuka untuk umum.
Saat itu Kali Pahit ditutup dengan kawat berduri di bagian pintu masuknya. Hal itu karena airnya yang mengandung belerang yang tinggi.
Dengan diubahnya status cagar alam menjadi destinasi wisata, Air Terjun Kali Pahit pun mulai banyak dikunjungi oleh wisatawan.
Namun, Pemkab Bondowoso juga mengimbau wisatawan untuk mengutamakan keselamatan saat mengunjungi Air Terjun Kali Pahit karena lokasinya cukup licin. (hlb/nur)
Editor : Halo Jember