Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisah Mistis Dibalik Pesona Keindahan Pulau Nusa Barong yang dijuluki Pulau Ular

Halo Jember • Rabu, 11 September 2024 | 22:45 WIB
Salahsatu sisi Pulau Nusa Barong (tempatwisata.pro)
Salahsatu sisi Pulau Nusa Barong (tempatwisata.pro)

HALOJEMBER.COM - Pulau Nusa Barong memiliki keindahan yang pesona yang masih asri dan alami. Namun siapa sangka dibalik keindahannya pulau ini menyimpan banyak cerita mistis yang masih diyakini warga setempat.

Bahkan tersimpan sebuah mitos yang menjadi asal mula nama pulau ini.

Pulau Nusa Barong, yang juga dikenal dengan sebutan Nusa Barung, terletak di Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Lokasinya yang menawan ini berada sekitar 4 kilometer ke arah barat selatan dari pelabuhan Puger Wetan, dan menghadap langsung ke Samudra Hindia, dengan Australia berada di sisi selatan pulau ini.

Pulau Nusa Barong kini tidak berpenghuni dan berfungsi sebagai cagar alam. Keberadaannya yang tak terjamah manusia menjadikannya tempat yang ideal untuk melindungi berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di sana.

BACA JUGA: Mitos Larangan Duduk di Depan Pintu Menurut Kepercayaan Jawa

Karena statusnya sebagai cagar alam, pulau ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung penelitian tentang lingkungan.

Menurut cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, ada sebuah legenda yang menyelimuti pulau ini. Mitos tersebut dipercaya sebagai sumber inspirasi nama "Nusa Barong."

Meski cerita asli yang mendasari nama ini bisa bervariasi, keyakinan masyarakat setempat tentang asal usul nama pulau ini memberikan nuansa magis dan misterius pada keindahan alamnya.

Dengan latar belakang mitos yang kental, Pulau Nusa Barong bukan hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya.

BACA JUGA: Menguak Mitos Jawa Duduk di Bantal Sebabkan Bisul, Apa iyaa?

Sebagai tempat yang dijaga dengan ketat, Pulau Nusa Barong menawarkan panorama alam yang menakjubkan dan keanekaragaman hayati yang patut dilestarikan.

Ini menjadikannya sebagai destinasi yang menarik untuk pelestarian lingkungan serta kajian ilmiah, sekaligus mengundang rasa ingin tahu tentang legenda yang melatarbelakangi nama pulau ini.

Baca Juga: Stadion GBK Teriak Nama Paes. Fakta Maarten Paes Tampil Memukau Lawan Arab Saudi.

Sebagai sebuah cagar alam, Pulau Nusa Barong memang hanya membuka akses terbatas bagi pengunjung.

Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur telah menetapkan beberapa titik tertentu yang boleh dikunjungi, guna menjaga kelestarian ekosistem dan habitat di pulau tersebut.

Selain keindahan alamnya yang memukau, Pulau Nusa Barong juga kaya akan cerita mistis yang dipercayai oleh masyarakat sekitar. Legenda dan mitos yang mengelilingi pulau ini menambah daya tariknya dan menyulapnya menjadi tempat yang penuh misteri.

Nama "Nusa Barong" sendiri memiliki makna yang menarik. "Nusa" dalam bahasa Indonesia berarti pulau, sedangkan "Barong" berarti ular. Jadi, secara harfiah, nama pulau ini dapat diartikan sebagai Pulau Ular yang mungkin berhubungan dengan legenda atau kepercayaan lokal yang telah ada sejak lama.

Bahkan ada yang beredar bahwa nusa barong menjadi tempat bagi yang ingin mendaptkan ilmu ghoib atau temat pertapa, namun rumoryang beredar tentang tempat tersebut masih belum bisa di benarkan keberadaan nya

Kalau kita bicara tentang sejarah Pulau Nusa Barong, ada cerita menarik yang patut diketahui. Dulunya, pulau ini bukan hanya sebuah tempat yang dikelilingi oleh laut biru dan dikhususkan sebagai cagar alam. Pulau ini pernah menjadi tempat tinggal bagi masyarakat yang hidup di sana.

Pada masa lalu, Nusa Barong memiliki peranan penting dalam perekonomian Kerajaan Belambangan. Pulau ini dikenal luas sebagai penghasil sarang burung walet berkualitas tinggi. Sarang burung walet ini sangat berharga dan menjadi komoditas utama yang meningkatkan kesejahteraan ekonomi kerajaan.

Penghasilan dari sarang burung walet membantu kerajaan Belambangan berkembang pesat, menjadikannya salah satu pusat ekonomi yang signifikan pada waktu itu.Namun, keadaan berubah drastis pada tahun 1777.

Saat itu, pasukan Belanda melakukan serangan ke Pulau Nusa Barong. Serangan ini sangat berdarah dan mengakibatkan banyak korban jiwa di kalangan penduduk pulau. Dalam peristiwa tragis tersebut, sebanyak 27 orang tewas.

Akibat dari serangan tersebut, pemerintah Hindia Belanda memutuskan untuk melarang orang mengunjungi pulau itu. Langkah ini diambil untuk mencegah konflik lebih lanjut dan untuk mengamankan wilayah dari potensi ancaman.

 

Baca Juga: Misteri Ritual Pesugihan Menikah dengan Jin di Gunung Salak Untuk Cari Kekayaan

Sejak saat itu, Pulau Nusa Barong berubah status menjadi daerah yang tidak berpenghuni. Kini, pulau ini telah dialihfungsikan sebagai cagar alam yang bertujuan melindungi keanekaragaman flora dan fauna yang ada di sana.

 Meski tidak ada lagi kehidupan manusia di pulau ini, jejak sejarah dan kejadian masa lalu tetap menyimpan cerita yang menarik dan memberikan warna pada sejarah Pulau Nusa Barong.

Penulis : Ahmad Rofiqhi Laming

 

Editor : Halo Jember
#mistis #jember #Pulau Ular #Nusa Barong #Pulau Nusa Barong