Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Mengenal Gethuk Kudapan Tradisional dengan Cita Rasa Khas

Halo Jember • Selasa, 12 November 2024 | 16:00 WIB

 

Getuk (Pinterest)
Getuk (Pinterest)

HALOJEMBER – Indonesia dikenal memiliki ribuan jenis jajanan tradisional yang tersebar di berbagai daerah dengan menawarkan cita rasa yang beragam dari manis hingga gurih.

Di pulau Jawa, khususnya di wilayah tengah dan timur, terdapat salah satu jajanan tradisional populer bernama getuk. Getuk merupakan salah satu makanan atau jajanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari singkong.

Jajanan yang terbuat dari olahan singkong ini dikenal sebagai kudapan manis sederhana dengan cita rasa yang khas. Dengan tekstur yang lembut dan rasa manis natural, biasanya getuk disajikan bersama parutan kepala yang diberi gula pasir.

Proses pembuatan getuk tergolong sederhana. Singkonng yang sudah dikupas dan dicuci bersih, kemudian direbus lalu ditumbuk hingga halus.

Setelah itu, singkong yang lembut dicampur dengan gula merah atau gula pasir hingga terasa manis.

Adonan ini kemudian dibentuk dan dipotong-potong kecil. Sebagai pelengkap, gethuk biasanya diberi taburan kelapa parut yang telah dikukus dan sedikit diberi gula, menghasilkan perpaduan rasa manis dan gurih yang menggugah selera.

Getuk berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, terutama di daerah Magelang dan sekitarnya.

Awalnya, getuk diproduksi dan dikonsumsi sejak zaman penjajahan Jepang. Getuk dibuat sebagai makanan pengganti nasi ketika harga beras melambung tinggi pada zaman dahulu.

Namun, seiring berjalannya waktu, getuk tidak hanya menjadi makanan sehari-hari, tetapi juga menjadi ikon kuliner yang diincar wisatawan saat berkunjung ke daerah-daerah tersebut.

Getuk kini juga tidak hanya dijajakan di pasar tradisional, tetapi turut diolah dalam variasi rasa dan tampilan yang lebih modern untuk menarik minat masyarakat, terutama generasi muda.

Beberapa pembuat gethuk menambahkan rasa-rasa baru seperti cokelat, pandan, dan stroberi, sehingga tampilannya pun menjadi lebih menarik dengan warna-warna yang beragam.

Menariknya, getuk memiliki berbagai varian khas di setiap daerah. Di Kediri, getuk goreng dari Banyumas dan Purwokerto, getuk lindri, getuk trio, getuk sukun, dan getuk kurung dari Klaten.

Selain varian rasa, getuk juga menjadi bagian dari tradisi di suatu daerah. Di Magelang, Jawa Tengah, terdapat tradisi “Grebeg Getuk” yang diadakan untuk memperingati hari jadi Kota Magelang.

Dalam festival ini, getuk disusun menjadi dua buah gunungan besar yang kemudian diarak berkeliling kota, mengundang antusiasme masyarakat setempat dan wisatawann yang ingin merasakan langsung suasana budaya Magelang.

Dengan beragamnya variasi dan tradisi yang melibatkan getuk, jajanan sederhana berbahan singkong ini tak hanya disukai sebagai makanan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol budaya yang mempererat komunitas di berbagai daerah.

Penulis: Audya Amalia Mufida

 

 

Editor : Halo Jember
#jajanan tradisional #gethuk #kuliner