HALOJEMBER - Festival Paralayang Jember 2024 yang berlangsung di Skyland, Kecamatan Wuluhan, Sabtu-Minggu (30/11 – 1/12) menjadi ajang edukasi bidang olahraga dirgantara ke masyarakat luas, khususnya para pelajar. Selain itu juga untuk mendongkrak pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember, Edy Budi Susilo menyampaikan, dukungannya terhadap olahraga dirgantara itu.
Menurutnya paralayang bukanlah sekedar olahraga, akan tetapi juga bentuk investasi pariwisata juga.
“Festival Paralayang Jember ini membuktikan bahwa Jember memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pusat kegiatan olahraga dan pariwisata. Serta mampu menarik perhatian wisatawan domestik maupun internasional," tuturnya.
Ketua Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jember, Mahmud Rizal menjelaskan berbagai kegiatan Festival Paralayang Jember yang berlangsung dari 29 November hingga 1 Desember, diantaranya ada sesi coaching clinic, gantole, hingga paramotor yang merupakan bagian dari sport tourism.
"Jadi intinya bagaimana mengenalkan kepada anak-anak di sekitar Kecamatan Wuluhan, Ambulu, dan Balung,” ujarnya.
Pada momen itu juga, para pelajar SMP dan SMA dikenalkan dengan berbagai alat yang digunakan pada olahraga dirgantara.
Bahkan, mereka juga diberi kesempatan untuk melakukan ground handling, yaitu teknik dasar untuk mengembangkan parasut paralayang.
Peluncuran Jember SkyCamp Adventure
Sebagai bagian dari upaya diversifikasi pariwisata, Festival Paralayang Jember juga menjadi momen peluncuran paket wisata baru, yaitu Jember SkyCamp Adventure.
Program ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan olahraga paralayang, petualangan off-road dengan Jeep 4WD, eksplorasi hidden beach, hingga berkemah di alam terbuka.
"Kami tidak hanya menghadirkan pengalaman olahraga, tetapi juga sebuah perjalanan yang menghubungkan wisatawan dengan keindahan alam Jember," kata Wahyu Setyabudi, CEO Nuansa Wisata Prima Nusantara, biro perjalanan yang menaungi Nuansa Event Network.
Jember SkyCamp Adventure, kata dia, adalah bentuk komitmen dalam mengembangkan sport tourism yang berbasis pemberdayaan lokal.
“Kami berharap wisata ini tidak hanya menjadi daya tarik wisatawan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar," pungkasnya. (yul/dwi)
Editor : Halo Jember