Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Wih Edamame Bisa Dijadikan Petis sampai Bolu, inilah Kekuatan dari Jember

Dwi Siswanto • Rabu, 16 April 2025 | 02:24 WIB

 

 

DOKUMENTASI BALAI RW INSTITUTE  BERKREASI: Peserta lomba memasak menunjukkan kreativitasnya dalam meracik berbagai hidangan dengan bahan baku utama Edamame, Minggu (13/3)
DOKUMENTASI BALAI RW INSTITUTE BERKREASI: Peserta lomba memasak menunjukkan kreativitasnya dalam meracik berbagai hidangan dengan bahan baku utama Edamame, Minggu (13/3)

HALO JEMBER - Radar Jember – Kota tembakau sudah sejak lama menjadi identitas Jember. Namun, ada satu lagi komoditas pertanian dari Jember yang mendunia, yaitu kedelai edamame.

Namun, siapa sangka makanan kacang-kacangan yang dibuat cemilan ini bisa diolah menjadi bolu hingga oseng sambal petis edamame.

Kreasi makanan berbahan kacang kedelai edamame tersebut tersaji di lomba kuliner di Halaman Kantor Pegadaian Kelurahan Kepatihan Kecamatan Sumbersari, Minggu (13/4).

Penanggung jawab lomba dari Balai RW Institute yaitu komunitas yang bergerak di seni dan budaya, Feni, menuturkan, kegiatan ini menjadi ajang unjuk kreativitas antar pelaku UMKM, pegiat budaya, hingga warga setempat.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Grebeg Budaya Kampung Jember, program berbasis komunitas yang mendukung inisiatif kebudayaan lokal di seluruh Indonesia, tahun ini temanya mengangkat Edamame,” terangnya.

Edamame dipilih, sebab jenis kedelai tersebut merupakan salah satu komoditas unggulan pertanian Jember. Diharap sebanyak 18 peserta yang bersaing mampu menghasilkan beragam kreasi hidangan yang menambah nilai jualnya.

“Kreasi dari peserta sangat menarik, ada yang memasak menu tradisional seperti oseng edamame sambal petis, ada juga yang berinovasi modern seperti cookies edamame dan bolu kukus edamame,” ucapnya.

Feni melanjutkan, Edamame yang saat ini sudah dianggap sebagai produk unggulan masih menyimpan potensi lebih besar apabila diolah dengan tepat. Penilaian lomba pun melibatkan aspek ketahanan produk, daya tarik visual, dan narasi pemasaran yang mengandung unsur lokalitas.

“Ide produk bisa diproyeksikan jadi oleh-oleh khas Jember. Apalagi dengan kandungan gizi yang kaya. Ini merupakan peluang yang bisa ditangkap oleh UMKM maupun generasi muda di Jember, apalagi peserta lombanya ada beberapa mahasiswa,” ujarnya.

Kompetisi yang dikelola Komunitas Balai RW Institute itu juga diharapkan secara aktif membangun ruang-ruang partisipatif bagi masyarakat untuk mengenali dan mengembangkan kebudayaannya sendiri. Oleh karenanya para peserta tak dipungut biaya pendaftaran bahkan seluruh bahan dan peralatan telah disediakan.

“Kami inginkan bukan sekadar acara seremonial, tapi dampak jangka panjang. Kalau dari sini lahir produk yang bisa dipasarkan ke luar kota, bahkan ke luar negeri, itu luar biasa,” tutup Feni. (yul/dwi) Baca Juga: Tumbangkan Setan Merah, Performa Harry Amass Jadi Sorotan Ruben Amorim

Editor : Dwi Siswanto
#Edamame #bolu #jember