HALO JEMBER - Di balik jejak dakwah Islam di Jawa Timur, terdapat kisah mendalam antara dua ulama besar: Habib Abu Bakar Assegaf dari Gresik dan Habib Sholeh Tanggul dari Jember.
Keduanya tidak hanya terhubung melalui hubungan guru dan murid, tetapi juga melalui amanat spiritual yang melanjutkan perjuangan dakwah Islam di tanah Jawa
Awal Pertemuan dan Mandat Kewalian
Habib Sholeh Tanggul, sebelum dikenal sebagai ulama besar, menjalani masa khalwat (uzlah) selama lebih dari tiga tahun di Tanggul, Jember. Selama masa tersebut, beliau fokus pada ibadah, dzikir, dan pembacaan Al-Qur'an.
Baca Juga: Petugas Kesehatan Berikan Oralit ke Jemaah Haji Indonesia saat Tiba di Madinah, Apa Tujuannya?
Suatu ketika, Habib Abu Bakar Assegaf, seorang wali quthb yang tinggal di Gresik, mengunjungi Habib Sholeh dan memintanya untuk mengakhiri masa khalwat dan datang ke Gresik.
Setibanya di Gresik, Habib Sholeh diberikan mandat dan ijazah oleh Habib Abu Bakar dengan memakaikan jubah, imamah, dan sorban hijau.
Sorban hijau tersebut dipercaya berasal dari Rasulullah SAW dan merupakan isyarat bahwa gelar wali quthb yang selama ini disandang oleh Habib Abu Bakar akan diserahkan kepada Habib Sholeh .
Baca Juga: Habib Abu Bakar Gresik Beri Sorban Hijau ke Habib Sholeh Tanggul. Pertanda Apa Itu?
Panggilan untuk Menunaikan Ibadah Haji
Selain memberikan mandat kewalian, Habib Abu Bakar juga memerintahkan Habib Sholeh untuk segera menunaikan ibadah haji.
Setelah menunaikan ibadah haji, Habib Sholeh kembali ke Tanggul dan memulai dakwahnya dengan mendirikan musala di kediamannya.
Di musala tersebut, beliau mengadakan pengajian dan dzikir, serta mengkaji kitab-kitab Islam, termasuk Nashaihud Dinniyah karya Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad. Baca Juga: Ini 40 Bab Kitab Ihya Ulumudin. Sembuhkan Penyakit Hati, Tentramkan Jiwa
Warisan Dakwah dan Masjid Riyadus Shalihin
Beberapa tahun setelah kembali dari ibadah haji, Habib Sholeh menerima hadiah sebidang tanah dari seorang pengusaha setempat bernama Haji Abdur Rasyid.
Di atas tanah tersebut, beliau membangun Masjid Riyadus Shalihin dan mewakafkannya untuk kepentingan umat. Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah dan keagamaan di Tanggul, Jember.
Baca Juga: Cerita Penemuan Sumur Habib Sholeh Tanggul
Hubungan antara Habib Abu Bakar Assegaf atau disebut Habib Gresik dan Habib Sholeh Tanggul mencerminkan tradisi spiritual dan kewalian dalam dakwah Islam di Indonesia.
Melalui amanat kewalian dan dakwah yang dilanjutkan oleh Habib Sholeh, warisan perjuangan Habib Abu Bakar tetap hidup dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Baca Juga: Ilmu Pelet dalam Tradisi Santet: Antara Cinta, Energi Gaib, dan Etika Spiritual
Kisah ini juga mengingatkan kita akan pentingnya peran ulama dalam membimbing umat menuju jalan yang benar dan diridhai oleh Allah SWT.
Editor : Dwi Siswanto