MADINAH, Halo Jember - Sebanyak 95 ribu calon jemaah haji asal Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Sejak kedatangan kelompok terbang (kloter) pertama, mereka menikmati makanan yang disajikan petugas.
Banyak jemaah haji pun memuji layanan dan sajian makanan selama di Madinah maupun Makkah.
Sebab menu makanan itu khas nusantara, sehingga tak ada perbedaan dalam hal cita rasa.
Dilansir dari jawapos.com, Djubaidah, Koordinator Layanan Konsumsi Sektor 1 Madinah, menyebut, pihaknya bertugas mengatur konsumsi bagi jemaah di 18 hotel.
Setiap hari, timnya menyalurkan makanan tiga kali sehari, yakni sarapan, makan siang, dan makan malam.
Pendistribusian makanan itu melalui ketua rombongan (Karom) yang kemudian membagikannya kepada ketua regu (Karu) untuk didistribusikan ke kamar jemaah.
Baca Juga: 1,5 Juta Kotak Makanan Telah Disalurkan ke Jemaah Haji Indonesia, Sehari Dapat Tiga Kotak
“Sebelum dibagikan, kami lakukan pengecekan kualitas makanan. Setiap boks kami buka, kami icip. Kalau nasi matang, lauk sesuai standar dan tidak bau, langsung kami distribusikan,” ujar Djubaidah di Hotel Dar Al Hijra Intercontinental, Madinah.
Kepuasan jemaah pun dirasakan langsung di lapangan. Kanti, jemaah asal Kediri, Jawa Timur, mengaku senang dengan rasa makanan yang diterimanya.
“Katering makanan enak sekali, sesuai lidah kita. Kalau di Makkah itu masih ada pedas-pedasnya, selera kita banget,” ujar guru asal Kediri itu saat ditemui Jawa Pos di salah satu hotel sektor 10 Makkah, Rabu (14/5).
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Makanan Bisa Dijadikan Media untuk Pelet, Nasi Goreng Bumbu Mantra Pengasihan
Jemaah lain asal Kediri, Nurcholis, juga merasakan hal serupa.
“Makanannya enak, sesuai dengan lidah orang Indonesia. Rasanya nggak jauh beda dengan masakan di rumah. Bumbunya pas, rempahnya juga terasa. Hotelnya pun nyaman dan petugasnya ramah,” tuturnya.
Sementara itu, di Madinah, momen kebersamaan jemaah terasa kuat terutama saat makan.
Seperti yang dialami Wachudi Sukardi, jemaah dari Batang yang tergabung dalam Kloter 24 SOC.
Karena keterbatasan ruang makan, ia dan rombongannya makan siang di lorong hotel.
Meski demikian, hal itu tak mengurangi rasa syukur mereka.
“Menunya cocok, bahkan menurut saya lebih enak dari yang biasa saya makan sehari-hari,” katanya.
Dengan sistem distribusi yang rapi, uji rasa ketat sebelum makanan disalurkan, serta kemampuan mengakomodasi kebutuhan khusus, PPIH terus berupaya memastikan bahwa jemaah haji Indonesia dapat menjalani ibadah dengan nyaman tanpa perlu khawatir soal makan. (kin)
Editor : Sidkin