JEMBER, Halo Jember – Para wisatawan asal Spanyol telah tiba di Jember sejak Selasa lalu (10/6/2025).
Sehari setelahnya, mereka disambut musik tradisional patrol di Kampung Wetan Pasar, Johar Plaza, Blok M, pada Rabu malam (11/6/2025).
Rencananya, bule asal Negeri Matador ini akan berada di Jember untuk mengunjungi beragam destinasi wisata.Baca Juga: Bule Spanyol Tiba di Jember, Nikmati Musik Patrol di Johar Plaza hingga Berjoget Ria
Mulai dari wisata alam, kawasan perkotaan, kebun-kebun yang hijau, hingga situs bersejarah dan rumah ibadah yang ada di Jember.
Nah, Kamis (12/6/2025) lalu, mereka mengunjungi Agrowisata Gunung Pasang yang berada di Kecamatan Panti, Jember.
Kunjungan spesial ini disambut hangat pengelola wisata Gunung Pasang dan warga setempat.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan dan coffee tasting, mereka mencicipi kopi Jember khas Gunung Pasang.
Selanjutnya, bule Spanyol ini diajak menjelajahi area perkebunan dan diperkenalkan dengan budidaya kopi, karet, dan cengkeh.
Tak hanya itu, mereka juga dikenalkan tentang teknik penyadapan pohon karet, proses pengolahan lateks dari bahan mentah hingga siap jual.
“Kunjungan seperti ini menjadi bukti bahwa perkebunan tidak hanya berperan sebagai sektor produksi, namun juga sebagai wahana edukasi dan diplomasi budaya,” ujar perwakilan tim penyelenggara dalam keterangan tertulis yang diterima Halojember.jawapos.com.
Para wisatawan juga terlihat antusias dalam kunjungan di wisata perkebunan ini.
Harapannya, kunjungan wisatawan Spanyol ini menjadi sarana mengenalkan perkebunan Jember ke dunia internasional.
Sehingga eco-tourism unggulan menjadi contoh praktik perkebunan berkelanjutan sekaligus tempat pembelajaran lintas budaya dan generasi.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Bambang Rudianto mengatakan, wisatawan mancanegara dijadwalkan akan ngubek-ngubek Jember hingga November 2025.
Selama agenda itu, kata dia, para turis akan menyusuri sejumlah destinasi wisata, kebudayaan dan tempat-tempat menarik di Jember.
Seperti menikmati musik tradisional patrol, sekaligus berbelanja di pasar legendaris di Jember, yakni Pasar Tanjung.
Selain itu, mereka juga akan mengunjungi tempat-tempat bersejarah, heritage, rumah ibadah di Jember, hingga mengunjungi perkebunan, rimba camp di Jember.
"Mereka akan melihat proses hulu hilir perkebunan kopi dan karet, salah satu jujugannya di perkebunan Wisata Boma, Panti, Jember. Tidak menutup kemungkinan untuk membuka jalur pendakian Pegunungan Argopuro," imbuh Bambang.*
Editor : Sidkin