Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Gunung Argopuro, Dinobatkan Gunung Tersepi di Pulau Jawa dan Rawan Tersesat

Dwi Siswanto • Rabu, 16 Juli 2025 | 21:20 WIB
Salah satu trek pendakian terpanjang yang ada di Gunung Argopuro. (Instagram @kitingee)
Salah satu trek pendakian terpanjang yang ada di Gunung Argopuro. (Instagram @kitingee)

HALO JEMBER - Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara kepulauan. Namun, juga menjadi negara seribu gunung. 

Gunung pun menyebar dari ujung barat yaitu di Sumatera dengan Pegunungan Leuser di Aceh dan paling ujung timur. Adalah gunung paling kaya dan tertinggi di Indonesia, yaitu Gunung Jaya Wijaya atau Gunung Carstensz yang terdapat tambang emas.

Bagi para pendaki tentu saja, gunung di Pulau Jawa yang paling banyak didaki. 

Gunung Semeru di Jawa Timur yang paling tersohor. Sebab, Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. 

Keindahan Semeru juga diakui oleh pendaki lintas generasi dan berbagai pendaki di penjuru nusantara.

di Semeru terdapat Danau Ranu Kumbolo, bahkan Semeru juga dijadikan film hingga lagu Mahameru dari Dewa 19.

Diantara, gunung di Pulau Jawa ada satu gunung yang dinobatkan pendaki menjadi gunung tersepi dan tersunyi.

Gunung itu adalah Argopuro. 

Gunung Argopuro sejatinya disebut Pegunungan Argopuro atau Hyang. Sebab, kondisi topografinya memanjang dan memiliki banyak puncak. 

Hampir mirip dengan Pegunungan Leuser yang dinobatkan sebagai pegunungan terpanjang di Indonesia.

Sementara, Argopuro adalah pegunungan terpanjang di Pulau Jawa.

Argopuro terletak mulai dari Kabupaten Bondowoso, Situbondo, Jember, Lumajang, hingga Probolinggo. Jalur pendakian Argopuro yang cukup panjang, bisa memakan waktu 4-5 hari. 

Argopuro Gunung Tersepi di Pulau Jawa

Kesan pendaki yang melakukan pendakian di Gunung Argopuro adalah minim berjumpa dengan pendaki lain.

"Kalau naik gunung Argopuro tidak hanya fisik yang harus kuat, tapi mental. Karena memakan waktu cukup lama. Bisa 5 hari," kata Teguh Budiarto pendaki asal Jember. 

Selain itu, juga jarang berjumpa dengan pendaki lain. "Jadi kalau ke Argopuro jangan sendirian atau dua orang. Karena di sana itu sepi. Tidak seperti di Semeru atau gunung-gunung lainya," terangnya.

Oleh karena itu, dalam mendaki Argopuro untuk manajemen pendakian harus diperhatikan betul.

Selain jarang pendaki, jalurnya terkadang banyak tertutup oleh tumbuhan.

"Apalagi yang menuju danau Taman Hidup. Kalau tidak hati-hati bisa tersasar betul," ungkapnya.

Karena Argopuro itu pegunungan, banyak terdapat puncak. Sehingga, potensi untuk tersesat lebih tinggi dari pada mendaki Gunung Semeru, Gunung Raung, ataupun Gunung Arjuno.

Bahkan, terdapat operasi SAR terpanjang dalam sejarah pencarian pendaki di Indonesia. Yaitu SAR Vincent pada tahun 2006 dengan 52 hari pencarian.

"Rata-rata pendakian Gunung di Pulau Jawa itu, 2 sampai 3 hari saja. Sedangkan Argopuro itu bisa 5 hari. Bahkan, ada yang 7 hari," ucap ALB Mahapena FEB Unej ini.

 

 

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#gunung tersepi #Gunung Argopuro #leuser #gunung semeru #Argopuro