Bagi para pelancong, sudah tidak asing dengan sebutan Kawah Ijen. Wilayah yang terbentang di perbatasan Bondowoso - Banyuwangi ini punya banyak tempat nongkrong yang asik. Salah satunya Sky Cafe Kabare.
FAQIH HUMAINI - Bondowoso
Udara sejuk khas pegunungan langsung menyambut begitu kendaraan mulai menanjak di jalur Ijen menuju Blawan.
Di sisi kiri jalan, berdiri bangunan unik bertingkat, dengan latar bebatuan hitam dan hamparan perbukitan yang seperti dilukis dengan tangan alam.
Itulah Sky Cafe Kabare, salah satu spot nongkrong kekinian yang sedang naik daun di lereng Gunung Ijen.
Terletak di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, cafe ini menjadi tempat persinggahan favorit bagi para pelancong yang ingin sekadar ngopi santai sambil menikmati panorama alam yang luar biasa. Dari pusat Kota Bondowoso, butuh waktu sekitar 1,5 jam berkendara.
Tapi lelah di perjalanan seolah sirna begitu melihat pemandangan dari atas kafe hamparan black lava yang kontras dengan hijaunya perbukitan, dan jika beruntung, bisa menikmati momen sunset atau sunrise dalam satu tempat.
Kepala Desa Kalianyar, Mohammad Fauzi, mengenang masa awal tempat ini hanya hutan liar dan semak belukar.
“Sayang kalau hanya dibiarkan. Apalagi setelah muncul program Ijen Geopark, kami mulai merancang rest area agar pengunjung bisa berhenti sejenak dan menikmati pemandangan,” tuturnya.
Sky Cafe Kabare mulai dibangun secara bertahap sejak 2021. Dari gazebo dan warung kecil, kini telah berkembang menjadi area yang lengkapdengan mushala, toilet, hingga spot UMKM.
“Kafe ini dibangun dengan dana awal sekitar Rp 95 juta. Sekarang, sudah kami serahkan ke BUMDes agar bisa dikelola secara berkelanjutan,” tambah Fauzi.
Uniknya, nama “Kabare” merupakan akronim dari Kalianyar Batu Rejeng, merujuk pada batuan basalt hitam atau black lava yang menjadi ciri khas geologis kawasan ini.
Dari atas balkon kafe, pengunjung bisa memandangi lanskap bebatuan yang eksotis, menyusuri keindahan Desa Sempol dari ketinggian, atau sekadar berburu foto Instagramable dengan latar alam yang tidak dibuat-buat.
“Kalau mau nongkrong, nggak perlu repot cari background. Alam sudah kasih view terbaik,” ucap Fauzi.
Sky Cafe Kabare juga menjadi langganan turis mancanegara. Selain pemandangan, kopi khas Ijen yang disajikan punya cita rasa unik yang sulit ditemukan di tempat lain.
Ditambah variasi minuman kekinian, tak heran jika cafe ini bisa menarik 70–150 pengunjung per hari, apalagi saat akhir pekan.
Fauzi berharap, keberadaan kafe ini bukan hanya soal tren sesaat.
“Kami ingin Sky Cafe Kabare jadi ikon desa, sekaligus sumber ekonomi bagi warga sekitar. Harus terus hidup, bukan hanya viral sementara,” pungkasnya. (dwi)
Editor : Dwi Siswanto