TEMPUREJO, Radar Jember – Sebuah serpihan surga tersembunyi terhampar di ujung selatan Kabupaten Jember.
Di balik lebatnya hutan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), Pantai Bandealit berdiri menawan, menyuguhkan keindahan alam yang masih perawan di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo.
Pantai ini menawarkan panorama berbeda dari kebanyakan pantai di pesisir selatan. Tak ada hiruk pikuk pedagang atau deru kendaraan wisata.
Yang terdengar hanyalah simfoni alam, debur ombak yang tenang, desir angin laut yang sejuk, dan kicau burung dari pepohonan sekitar.
Bagi mereka yang mencari ketenangan dan ingin beristirahat dari padatnya kehidupan kota, Bandealit menjadi pilihan sempurna.
Tak heran, destinasi ini mulai digadang sebagai ikon wisata alam unggulan Jember di masa depan.
“Tempat ini benar-benar jauh dari hiruk pikuk kota, suasananya hening, asri, dan menenangkan,” ujar Shinta Ayu Camelia, mahasiswi asal Jember yang berkunjung bersama temannya.
Keindahan Bandealit tidak berhenti di garis pantai. Di sisi barat, terdapat laguna alami yang dikelilingi hutan mangrove.
Area ini menjadi spot favorit untuk bermain kano atau sekadar menikmati tenangnya muara air yang berpadu dengan hijaunya pepohonan.
Sebagai bagian dari kawasan konservasi, Pantai Bandealit juga menjadi habitat bagi berbagai satwa liar seperti rusa, monyet ekor panjang, hingga penyu yang kadang mendarat di tepi pantai.
“Sebagian besar masyarakat di sini bekerja di kebun dan sebagian lainnya menjadi nelayan. Mereka ramah, sederhana, dan tetap menjaga kearifan lokal,” tutur Siti Sofiatul Munawaroh, warga Dusun Bandealit.
Kini, akses menuju Bandealit semakin baik. Sebagian besar jalan telah beraspal, menyisakan sekitar empat kilometer menuju perkampungan dan tiga kilometer terakhir ke area pantai.
Sejak 16 Agustus 2025, jaringan listrik PLN resmi masuk ke kawasan ini, menggantikan penerangan tenaga surya yang digunakan selama bertahun-tahun.
Editor : Dwi Siswanto