Halo Jember– Kalau kamu mencari tempat liburan yang adem, hijau, dan jauh dari hiruk pikuk kota, Kampung Durian di Desa Pakis, Kecamatan Panti, bisa jadi destinasi barumu.
Diresmikan pada 27 Oktober 2025 oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, kawasan wisata ini menawarkan sensasi menjelajahi kebun durian di tengah suasana pegunungan Argopuro yang sejuk dan menenangkan.
Begitu tiba, hawa dingin langsung menyapa. Jalanan menanjak di antara pepohonan rindang membawa kamu ke area wisata yang dikelilingi hijaunya perbukitan.
Dari kejauhan, suara aliran sungai yang jernih terdengar lembut sumber airnya langsung dari Gunung Argopuro.
Beberapa pengunjung tampak bermain air, sementara yang lain duduk santai di tepi sungai, menikmati udara segar dan suasana desa yang damai.
Sesuai namanya, daya tarik utama tempat ini tentu saja durian. Setiap musim panen, warga membuka kebun mereka untuk wisata petik durian langsung dari pohonnya.
Kamu bisa mencicipi berbagai jenis durian lokal Jember dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong. Sambil menikmati daging durian yang legit, pengunjung juga bisa belajar tentang cara menanam dan merawat pohon durian dari para petani setempat pengalaman yang jarang bisa kamu temukan di kota.
Tak hanya soal durian, Kampung Durian Pakis juga menyuguhkan berbagai aktivitas seru. Ada area camping dengan pemandangan bukit yang indah, wahana flying fox untuk yang suka tantangan, dan spot foto alami di tepi sungai yang instagramable banget.
Saat sore tiba, matahari yang perlahan tenggelam di balik pepohonan menciptakan panorama yang tenang momen sempurna buat menutup hari dengan secangkir kopi panas dari warung warga.
Fasilitas di sini pun cukup lengkap: area parkir luas, musala, toilet bersih, warung makan dengan menu lokal, hingga penginapan sederhana bagi yang ingin bermalam.
Pemerintah daerah masih terus membenahi akses jalan dan penerangan agar wisatawan makin nyaman berkunjung.
Namun, yang paling berkesan dari Kampung Durian bukan hanya pemandangannya, melainkan kehangatan warganya.
Mereka dengan ramah mengajak ngobrol, berbagi cerita tentang sejarah desa, dan kadang menawarkan buah durian langsung dari pohon mereka.
Malam hari, suasana makin syahdu lampu-lampu kecil di sekitar kebun berpadu dengan udara dingin pegunungan menciptakan suasana yang romantis dan tenang.
Kampung Durian bukan sekadar tempat wisata, tapi pengalaman yang membawa kamu kembali pada kesederhanaan hidup di alam.
Di sini, waktu terasa berjalan lebih lambat, dan setiap tarikan napas penuh dengan aroma tanah, udara segar, serta manisnya durian Jember yang khas.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah
Editor : Dwi Siswanto