Bagi pencinta petualangan alam, nama Air Terjun 7 Bidadari di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe, mungkin belum sepopuler Tancak atau Rembangan.
Tapi justru di situlah letak pesonanya. Jauh dari keramaian, kawasan di lereng Gunung Raung ini menawarkan keteduhan hutan pinus, sejuknya udara pegunungan, dan gemericik air yang menenangkan perpaduan sempurna untuk melepas penat dari rutinitas.
Berada di ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, air terjun ini bisa ditempuh sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Jember.
Setibanya di kawasan wisata, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 20 menit, menyeberangi sungai dangkal sedalam 20 - 30 sentimeter sebelum akhirnya disambut pemandangan tebing hijau dan suara air jatuh dari ketinggian.
Air Terjun 7 Bidadari merupakan rangkaian tujuh air terjun bertingkat. Namun, hingga kini baru empat tingkat yang bisa dijangkau wisatawan.
Air terjun utamanya memiliki tinggi sekitar 50 meter dan diapit dua tebing megah yang menciptakan panorama dramatis sekaligus menenangkan.
Tak heran jika tempat ini disebut sebagai permata tersembunyi di sisi timur laut Jember.
Selain menikmati segarnya air terjun, pengunjung juga bisa bersantai di area hutan pinus seluas 1,2 hektare yang dikelola dengan baik oleh Perhutani.
Di bawah rindangnya pepohonan, tersedia kolam renang alami dari sumber pegunungan, area berkemah, gazebo untuk bersantai, serta spot foto yang instagramable.
Harga tiket masuknya pun ramah di kantong hanya Rp5.000 per orang. Kawasan wisata ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Karena jalurnya cukup menantang, sebaiknya wisatawan datang saat cuaca cerah dan memakai alas kaki yang nyaman.
Saat musim hujan, medan bisa licin, jadi disarankan untuk ditemani pemandu lokal.
Air Terjun 7 Bidadari bukan sekadar tempat wisata, tapi ruang untuk kembali terhubung dengan alam tempat di mana ketenangan berpadu dengan keindahan pegunungan di ujung timur Jember.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah Magang 25
Editor : Dwi Siswanto