Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Gunung Kapur Puger, Panorama Eksotis di Balik Aktivitas Tambang Jember

Dwi Siswanto • Jumat, 14 November 2025 | 06:22 WIB
gunung kapur puger  diambil dari website radar jember
gunung kapur puger diambil dari website radar jember

Halo Jember– Di balik aktivitas pertambangan yang masih berjalan di kawasan Puger, Kabupaten Jember, tersimpan keindahan alam yang kini menjadi sorotan wisatawan.

Gunung Kapur Puger menawarkan panorama kontras antara tebing-tebing putih hasil galian tambang dan hijaunya vegetasi di sekitarnya, menciptakan pemandangan eksotis khas kawasan karst.

Terletak di Dusun Kapuran, Desa Grenden, Kecamatan Puger, kawasan ini berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pusat Kota Jember.

Pengunjung akan disambut bentang savana putih dengan latar bebatuan kapur menjulang tinggi yang tampak berkilau di bawah sinar matahari.

Tak sedikit wisatawan yang datang untuk berfoto, menjadikannya lokasi favorit untuk foto prewedding hingga konten media sosial.

Setiap musim menghadirkan pesonanya sendiri.

Saat kemarau, permukaan bukit tampak kering dan berdebu, sementara di musim hujan, rumput-rumput hijau tumbuh di sela bebatuan sehingga membuat kawasan ini terlihat lebih segar.

Di beberapa titik, genangan air hujan bahkan membentuk danau kecil yang mempercantik lanskap alami Gunung Kapur Puger.

Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga menyimpan nilai historis dan ekologis.

Beberapa bagian disebut-sebut memiliki sisa struktur kuno yang diyakini sebagai tungku pemrosesan kapur pada masa lampau.

Secara ekologis, kawasan karst di Puger berperan penting sebagai daerah resapan air sekaligus habitat bagi sejumlah flora dan fauna lokal.

Berada tak jauh dari pesisir selatan Jember, Gunung Kapur Puger juga menawarkan suasana petualangan yang unik.

Udara terasa kering dengan aroma khas batu kapur yang berpadu dengan semilir angin laut.

Saat matahari mulai condong ke barat, sinarnya memantul di permukaan tebing dan menciptakan gradasi warna keemasan yang menakjubkan momen yang paling diburu para fotografer dan penikmat senja.

Tak hanya itu, kawasan ini juga menjadi ruang interaksi antara wisatawan dan masyarakat sekitar.

Warga setempat membuka warung sederhana yang menjual minuman dingin serta camilan tradisional bagi pengunjung yang ingin beristirahat.

Sambil menikmati panorama alam yang megah, pengunjung bisa berbincang santai dengan warga dan mendengar cerita tentang sejarah tambang yang telah diwariskan turun-temurun.

Menariknya, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk untuk menikmati keindahan Gunung Kapur Puger.

Hanya biaya parkir yang berlaku sekitar Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB atau sore menjelang senja, ketika cahaya matahari lembut membuat warna bebatuan kapur terlihat lebih dramatis.

Meski indah, pengunjung tetap diimbau berhati-hati karena beberapa tebing memiliki struktur rapuh akibat aktivitas tambang.

Jalan menuju lokasi juga cukup berdebu, sehingga disarankan memakai masker dan alas kaki tertutup.

Bagi pencinta fotografi alam dan traveler low budget, Gunung Kapur Puger bisa menjadi destinasi tersembunyi di Jember yang memadukan pesona alam, sejarah, dan kehidupan lokal dalam satu lanskap yang memikat.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#wisatawan #puger #aktivitas tambang #batu kapur #Gunung kapur