Keterlibatan warga sekitar ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memberdayakan masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah.
Koordinator Dapur MBG Antirogo menjelaskan bahwa seluruh tenaga dapur dibagi ke dalam beberapa bagian kerja sesuai fungsinya.
Struktur tim terdiri atas seorang head chef bersertifikat, tim pemorsian, tim ompreng, tim persiapan, serta tim pendistribusian.
Head chef tersebut telah mengikuti pelatihan khusus sebelum peluncuran dapur dan memperoleh sertifikat resmi sebagai bukti kompetensinya dalam pengelolaan makanan bergizi dan higienis.
Setiap bagian memiliki tanggung jawab tersendiri agar seluruh proses produksi dan distribusi berjalan lancar.
Untuk mendukung efektivitas kerja, dapur ini menerapkan sistem shift. Proses memasak dimulai sekitar pukul 11.00 oleh tim chef, dilanjutkan tahap persiapan pendistribusian.
Tim ompreng menjadi kelompok terakhir yang bekerja karena bertugas mencuci dan mensterilkan seluruh peralatan setelah kegiatan dapur selesai.
Selain itu, seluruh peralatan makan dan wadah pendistribusian dijaga kebersihannya menggunakan oven pengering bersuhu tinggi.
Langkah ini dilakukan sesuai arahan pusat untuk memastikan setiap ompreng benar-benar steril sebelum digunakan kembali.
Proses tersebut juga menjadi bagian dari standar kebersihan tinggi yang diterapkan di seluruh dapur MBG.
Dengan sistem kerja yang terstruktur dan melibatkan masyarakat sekitar, Dapur MBG Antirogo diharapkan dapat menjadi model pengelolaan dapur komunitas yang efektif, higienis, serta berkelanjutan.
Upaya ini juga menunjukkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis tak hanya berfokus pada pemberian makanan sehat, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan partisipasi warga.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah Magang 25
Editor : Dwi Siswanto