Halo Jember - Air Terjun Sitardanus berada di Dusun Karang Kebun, Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, sebuah kawasan yang letaknya cukup jauh dari permukiman.
Karena kendaraan tidak bisa masuk hingga ke lokasi, pengunjung biasanya memarkir kendaraan di area rumah warga sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Rute menuju air terjun melewati kebun kopi, jalur tanah, serta perbukitan yang menjadi ciri khas wilayah ini.
Meski tidak terlalu mudah, jalur tersebut justru memberikan sensasi eksplorasi yang cukup menyenangkan, terutama bagi pengunjung yang menyukai perjalanan alam.
Setiap beberapa meter, pemandangan berubah dari vegetasi rimbun hingga tebing-tebing tinggi yang seolah memagari jalur. Lanskap alami inilah yang menjadi daya tarik utama Sitardanus.
Tempat ini menawarkan suasana yang masih terjaga, jauh dari keramaian kota, sehingga cocok untuk mereka yang ingin berjalan santai, mengambil foto, atau sekadar menikmati suasana pedesaan Jember.
Aliran air terjunnya deras dan tampil jelas begitu suara gemuruhnya mulai terdengar dari kejauhan.
Karena belum dikelola secara komersial, Sitardanus tidak memungut biaya masuk. Pengunjung dapat datang kapan saja, karena kawasan ini terbuka selama 24 jam.
Meski fasilitas masih sangat sederhana, kelebihan Sitardanus justru terletak pada keasliannya.
Tidak ada keramaian wisatawan, tidak ada bangunan besar, dan tidak ada antrean loket hanya pemandangan tebing tinggi, aliran air yang jatuh dari ketinggian, dan suasana sunyi yang jarang ditemukan di destinasi lain.
Perjalanan dari pusat Kota Jember menuju Dusun Karang Kebun memakan waktu sekitar dua jam.
Setibanya di lokasi, pengunjung biasanya langsung menyadari bahwa tempat ini memang cocok untuk fotografi dan eksplorasi alam ringan.
Banyak sudut yang bisa dijadikan latar foto, dengan komposisi tebing dan aliran air yang cukup menarik.
Bagi keluarga atau wisatawan yang ingin menghabiskan waktu singkat di alam tanpa harus terlalu jauh dari kota, Air Terjun Sitardanus bisa menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.
Penulis: Tazyinatul Ilmiah
Editor : Dwi Siswanto