Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Wisata Edukasi Alam Taman Botani Sukorambi Butuh Pembaruan untuk Kembali Dilirik

Dwi Siswanto • Kamis, 27 November 2025 | 06:15 WIB
Foto: Agil P (Dipotret sendiri) (Spot Foto TBS)
Foto: Agil P (Dipotret sendiri) (Spot Foto TBS)

Halo Jember - Taman Botani Sukorambi yang dahulu dikenal sebagai destinasi wisata edukasi alam andalan Kabupaten Jember, kini mulai kehilangan pesonanya.

Berlokasi di Jalan Mujahir, Kecamatan Sukorambi, taman seluas sekitar 12 hektar ini masih menawarkan suasana alam yang sejuk dan asri, namun tidak seramai beberapa tahun lalu.

Beberapa area yang dulu menjadi favorit pengunjung kini terlihat kurang terawat.

Taman ini diresmikan pada tanggal 24 Februari 2007 oleh Bupati Jember saat itu, Abdul Kahar Muzakir.

Awalnya, kawasan ini merupakan lahan perbukitan yang ditanami berbagai jenis pohon langka dan tanaman obat.

Seiring waktu, area tersebut dikembangkan menjadi taman botani yang mengusung konsep wisata edukatif, di mana pengunjung tidak hanya berlibur, tetapi juga belajar mengenal aneka flora dan fauna khas Indonesia.


Pada masa awal pembukaannya, Taman Botani Sukorambi menjadi magnet wisata baru bagi masyarakat Jember dan sekitarnya.

Ribuan pengunjung datang setiap akhir pekan untuk menikmati keindahan taman bunga, rumah pohon, hingga wahana outbound seperti flying fox dan jembatan tali.

Selain itu, area mini zoo yang menampung berbagai jenis kelinci, burung hias, serta ikan-ikan eksotik juga menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak-anak sekolah yang datang dalam rombongan studi wisata.


Kini, sejumlah spot yang dahulu ramai pengunjung mulai tampak sepi. Rumah pohon dan wahana outbound jarang digunakan, sementara area mini zoo terlihat lengang.

Beberapa kandang yang dulu diisi satwa kini tampak kosong, menandakan perlunya perhatian lebih dari pihak pengelola.

Nuansa edukatif yang menjadi ciri khas taman ini pun perlahan memudar, meski suasana alamnya masih tetap memikat dengan udara segar khas pegunungan Sukorambi.


Meski begitu, tidak semua fasilitas mengalami penurunan daya tarik. Area kolam renang masih menjadi magnet utama bagi pengunjung.

Taman Botani Sukorambi memiliki beberapa kolam untuk anak-anak hingga dewasa, termasuk kolam khusus Muslimah yang bersifat privat.

Pada akhir pekan, area ini tetap ramai dikunjungi, bahkan beberapa wisatawan mancanegara terlihat ikut menikmati suasana alami sambil berenang di tengah perbukitan yang rindang.


Harga tiket masuk ke Taman Botani Sukorambi kini dipatok sebesar Rp20.000 per orang.

Dengan tiket tersebut, pengunjung dapat menikmati seluruh area taman tanpa biaya tambahan, termasuk akses ke kolam renang.

Meski pengunjung saat ini lebih banyak datang untuk berenang daripada mengikuti kegiatan edukatif, taman ini tetap menjadi pilihan bagi warga Jember yang ingin melepas penat dengan suasana tenang dan udara segar.


Ke depan, pengelola diharapkan dapat melakukan revitalisasi pada beberapa wahana yang sudah tidak aktif agar konsep “rekreasi sambil belajar” yang dulu menjadi daya tarik utama dapat kembali hidup.

Dengan perawatan intensif, penambahan satwa di mini zoo, serta inovasi kegiatan edukatif seperti kelas botani atau workshop lingkungan, Taman Botani Sukorambi berpotensi bangkit kembali sebagai ikon wisata edukasi dan alam unggulan di Kabupaten Jember.

Penulis: Agil Prasetyo

Editor : Dwi Siswanto
#destinasi wisata #Taman Botani #keindahan taman bunga #wisata edukasi #suasana alami #daya tarik