Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Di Balik Suara Ketoprak: Jejak Panjang Ketoprak dari Pecenongan ke Seluruh Nusantara

Dwi Siswanto • Jumat, 28 November 2025 | 19:37 WIB
KETOPRAK diambil dari website sajian sedap
KETOPRAK diambil dari website sajian sedap

Halo Jember - Ketoprak sering kita kenal sebagai makanan rumahan yang sederhana berisi ketupat, bihun, tauge, tahu, dan bumbu kacang.

Tapi kalau ditarik ke belakang, jejak kelahirannya ternyata penuh cerita yang saling bertubrukan: mulai dari kisah piring jatuh, singkatan iseng, sampai jejak percampuran budaya yang sudah terjadi jauh sebelum Jakarta menjadi kota besar seperti sekarang.

Salah satu cerita yang paling populer menyebutkan bahwa ketoprak lahir dari momen yang sama sekali tidak direncanakan.

Ada pedagang yang sedang meracik bumbu kacang, tangannya terpeleset, lalu piringnya jatuh dan menghasilkan bunyi khas yang kemudian jadi inspirasi nama hidangannya.

Kisah lain menafsirkan nama ketoprak sebagai rangkaian tiga unsur utamanya: ketupat, tauge, dan “geprek” istilah untuk proses menghaluskan atau mencampur bumbu.

Di luar cerita mengenai bunyi dan singkatan, ketoprak juga sering dikaitkan dengan para seniman tradisi di Jakarta tempo dulu yang mencoba mencari pemasukan tambahan.

Mereka menjual racikan tahu goreng dan tauge, lalu hidangan itu berkembang menjadi sajian yang kini kita kenal.

Pada awal abad ke-20, makanan ini mulai wara–wiri dijajakan pedagang kaki lima dan dalam beberapa dekade langsung mendapat tempat di hati warga kota.

Menariknya, ketoprak juga menunjukkan bagaimana kuliner bisa lahir dari pertemuan dua budaya.

Kawasan Pecenongan yang banyak dihuni masyarakat Tionghoa sejak abad ke-19 menjadi ruang percampuran rasa.

Tauge dan bawang putih yang begitu identik dengan masakan Tionghoa ikut mengisi piring ketoprak.

Bahkan bumbu kacang yang kental sering dianggap punya “garis keturunan” dengan olahan bumbu kacang khas Tionghoa.

Sampai potongan ketupat yang diagonal pun dinilai memiliki kemiripan cara penyajian dengan bacang sama-sama berbahan dasar beras, sama-sama dipotong untuk memudahkan penyajian.

Walau begitu, asal-usul ketoprak tetap tidak pernah bulat. Ada yang yakin bahwa makanan ini asli dari Jakarta.

Ada pula yang menyebut bahwa ia mula-mula muncul di Cirebon, lalu dibawa para pedagang hingga sampai ke Ibu Kota.

Ada pula cerita yang mengaitkannya dengan perjalanan pedagang dari Solo. Semua versi berjalan berdampingan tanpa ada yang benar-benar menang.

Terlepas dari beragam versinya, perjalanan ketoprak menggambarkan bagaimana sebuah makanan bisa tumbuh dari kreativitas spontan, momen tidak disengaja, hingga akulturasi yang panjang.

Kini, ketoprak tidak hanya menjadi ikon kuliner Betawi, tetapi juga contoh bagaimana identitas sebuah hidangan bisa lahir dari banyak tangan dan banyak cerita.

Rasanya tetap sederhana, tapi sejarahnya ternyata cukup kompleks lebih kaya dari bumbu kacangnya sendiri.

Penulis: Tazyinatul Ilmiah

Editor : Dwi Siswanto
#cirebon #ketoprak #jejak #Pecenongan #jakarta #khas tionghoa