Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Keindahan Pantai Watu Ulo di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, yang bisa menjadi lokasi healing bersama keluaga.

Dwi Siswanto • Rabu, 24 Desember 2025 | 23:13 WIB


 

Para pengunjung Pantai Watu Ulo Ambulu, yang tidak hanya didominasi oleh pengunjung kalangan muda-mudi, namun juga keluarga.
Para pengunjung Pantai Watu Ulo Ambulu, yang tidak hanya didominasi oleh pengunjung kalangan muda-mudi, namun juga keluarga.

 

Di tengah gempuran gadget dan tuntutan aktivitas dalam ruangan, semakin banyak orang tua modern yang kembali melirik alam sebagai arena bermain dan belajar terbaik bagi si buah hati. Khususnya, pantai, dengan segala elemennya—pasir, air, angin, hingga biota laut.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember, dr Adelia Handoko, mengatakan, mengajak si buah hati menikmati keindahan alam, dapat menstimulasi kecerdasan dan kreativitas Lingkungan pantai menyediakan stimulasi multisensory yang lengkap.

Mulai dari sentuhan pasir yang kasar-halus, suara debur ombak yang ritmis, aroma laut yang khas. Hingga pemandangan horizon yang luas secara bersamaan mengaktifkan saraf dan meningkatkan fokus anak.

Pengalaman itu dirasakan oleh Shinta Ayu Kirana, warga Kelurahan/Kaliwates, Jember, saat mengajak dua buah hatinya berwisata alam ke Pantai Watu Ulo, Ambulu, Jember, saat akhir pekan.

“Setiap kali kami ke pantai, anak-anak saya selalu aktif bertanya. ‘Bu, kenapa airnya asin? Itu apa namanya? Kenapa ombaknya kejar-kejaran?’, jadi dia makin nyerocos gitu," katanya.

Bagi Shinta, pertanyaan-pertanyaan seperti yang ia contohkan itu membuka ruang diskusi yang tidak bisa didapatkan di rumah atau di depan TV. “Jadi anak saya seperti tambah aktif, hanya saja kita sebagai orang tua harus sabar-sabar betul ngeladeni setiap pertanyaan si kecil yang mungkin menurut kita aneh, tapi bagi mereka itu hal baru," imbuh bunda dua anak itu, mengisahkan pengalamannya bersama dua anaknya. (mau)


Tiba-Tiba Jadi Ilmuwan Cilik

SAAT di pantai, anak-anak secara alami bak menjadi ilmuwan cilik. Mereka bereksperimen dengan membuat istana pasir, mengamati perahu nelayan, mengamati cangkang kepiting ataupun kerang kecil, deburan ombak dan lainnya.

Pengalaman itu juga diyakini sebagai treatment yang cukup mujarab. Mengasah keterampilan si kecil memecahkan masalah dan merangsang pertumbuhan motorik halus.

Selain aspek kognitif, pantai juga berfungsi sebagai terapi alami (psikis). "Jadi dari rumah sebelum berangkat, memang bawa beberapa mainan yang bisa mereka gunakan untuk bermain pasir," kata Khairunnisa, pengunjung asal Desa Cangkring, Jenggawah, saat ke Pantai Watu Ulo, belum lama ini.

Secara emosional, waktu yang dihabiskan di pantai bersama orang tua juga memperkuat ikatan keduanya. Jauh dari distraksi pekerjaan dan rumah, orang tua dan anak dapat terlibat dalam interaksi quality time yang lebih mendalam, saling berbagi tawa, dan berpetualang bersama.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UINSA Surabaya Tenggelam di Pantai Jember. Liburan yang Berakhir Duka.

Para bunda meyakini, mengajak si kecil healing tipis-tipis seperti ke pantai itu, bukan sekedar tujuan wisata. Tapi juga untuk menjaga kewarasan mereka.

"Namanya ibu-ibu kan ya, tugas seabrek di rumah, mana masih ngurus anak. Jadi sesekali ngajak mereka liburan ini juga untuk menjaga kewarasan saya," aku Shinta Ayu Kirana, warga Kelurahan/Kaliwates, disusul tawa.

Selain itu, ketika anak-anak bermain dan belajar di alam terbuka, mereka melepaskan energi yang terpendam, sehingga tersalurkan untuk hal-hal yang memacu aktivitas fisik. "Tentu membawa si kecil ke alam terbuka seperti ke pantai, pertama dan utama aspek keselamatan yang tidak boleh abai, jadi keselamatan si kecil juga harus dijamin agar tidak ada keteledoran," imbuh Shinta.

(mau/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#destinasi wisata #jember #Pantai Watu Ulo #liburan #healing bersama keluarga