Tak selalu perlu taman bermain megah atau wahana buatan untuk merasakan serunya bermain air. Di Desa Karangbayat, Kecamatan Sumberbaru, petualangan itu hadir secara alami lewat river tubing yang memanfaatkan aliran sungai pedesaan apa adanya.
SIDKIN ALI – Radar Jember
JEMBER, Halojember.jawapos.com - Tanpa dekorasi berlebihan, Sungai Rajeh mengalir jernih di antara hamparan hijau. Arusnya bersih, jeram-jeram kecilnya menantang, namun tetap bersahabat bagi pemula.
Cukup duduk santai di atas ban, tubuh pun perlahan hanyut, diajak menyusuri lintasan yang menyenangkan sekaligus menenangkan. Pemandangan desa terasa begitu dekat, sederhana, hangat, dan autentik.
Pepohonan rindang menaungi sepanjang jalur sungai. Sesekali, cahaya matahari menembus celah dedaunan, memantul di permukaan air, menciptakan suasana estetik yang sulit ditiru wahana buatan.
“Sungainya bernama Sungai Rajeh. Ini masih wilayah hulu, jadi airnya jernih, tidak bau, dan tidak sampah,” tutur Misbahul Anwar, pengelola Destinasi Wisata Karangbayat (Dewakar).
Sensasi semakin terasa saat ban mulai memasuki jeram-jeram kecil.
Total ada delapan jeram yang harus dilalui, masing-masing dengan karakter berbeda.
Ada yang landai, ada pula yang cukup memacu adrenalin. Justru di situlah daya tariknya.
Setiap jeram menghadirkan kejutan tersendiri tanpa menghilangkan rasa aman.
“Setiap jeram punya ciri khas. Itu yang membedakan tubing di sini dengan tempat lain,” jelas Anwar.
Baca Juga: Bermain Tubing di Aliran Tumpak Selo Lumajang Makin Ramai Makin Seru
Meski mengandalkan alam, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Setiap peserta dibekali helm, pelampung, deker, serta ban khusus.
Sebelum meluncur, pengunjung juga mendapat edukasi singkat tentang membaca arus dan mengenali kontur bebatuan sungai.
Sebuah pengingat bahwa menikmati alam tetap harus dibarengi sikap waspada.
River tubing Karangbayat bukan sekadar wahana bermain air.
Ia menawarkan cara menikmati alam secara perlahan. Di atas ban, waktu seolah melambat.
Ada tawa lepas, teriakan kecil saat melewati jeram, lalu senyum puas ketika arus kembali tenang.
Meski berjarak sekitar 41 kilometer dari pusat Kota Jember, minat pengunjung tak surut.
Perjalanan panjang itu terbayar lunas oleh pengalaman yang sulit dilupakan.
“Rasanya seperti diajak menyatu dengan alam. Lelahnya hilang, senangnya dapat,” ungkap Deni Maulana, salah satu pengunjung.
Saat ini, pengelolaan river tubing dilakukan secara gotong-royong dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Selain aktivitas tubing, pengelola juga menyiapkan pengembangan kawasan sekitar sungai sebagai area Desa Wisata Karangbayat, yang direncanakan menjadi camping ground dan wahana outbound.
Namun, rencana tersebut masih terkendala keterbatasan modal.
Dalam operasionalnya, aspek keselamatan menjadi perhatian utama.
Setiap perjalanan river tubing didampingi tiga petugas, yakni leader di depan, helper di tengah, dan swiper di belakang, untuk memastikan keamanan seluruh peserta.
“Kami ingin pengunjung merasa aman sekaligus menikmati sensasi tubing,” kata Anwar.
Pengelola menyediakan dua pilihan rute bagi wisatawan, yakni fun trip sepanjang satu kilometer dan challenge trip sejauh 1,5 kilometer.
Tarif fun trip dipatok Rp 65 ribu per orang, sedangkan challenge trip dikenakan tarif Rp 85 ribu per orang.
Editor : Sidkin