Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Bandara Notohadinegoro Kini Punya Refueling Avtur, Okupansi FlyJaya Jember–Jakarta Diproyeksi Meningkat

Sidkin • Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00 WIB

 

Bandara Notohadinegoro Kini Punya Refueling Avtur, Okupansi FlyJaya Jember–Jakarta Diproyeksi Meningkat
Bandara Notohadinegoro Kini Punya Refueling Avtur, Okupansi FlyJaya Jember–Jakarta Diproyeksi Meningkat

JEMBER, Halojember.jawapos.com - Penerbangan FlyJaya rute Jember–Jakarta pulang pergi (PP) resmi kembali beroperasi pada awal 2026 melalui Bandara Notohadinegoro Jember.

Maskapai ini melayani penerbangan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Kamis.

Kehadiran kembali rute ini menjadi angin segar bagi mobilitas masyarakat Jember dan sekitarnya.

Harga tiket penerbangan FlyJaya juga mengalami penurunan signifikan.

Jika sebelumnya dibanderol sekitar Rp 2,2 juta, kini tiket Jember–Jakarta bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp 1,4 juta.

Penurunan harga ini membuat penerbangan udara dari Jember semakin terjangkau bagi masyarakat.

Tak hanya soal harga, Bandara Notohadinegoro kini juga dilengkapi fasilitas pengisian bahan bakar aviasi atau avtur secara langsung.

Bandara yang berada di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, itu sebelumnya belum memiliki fasilitas refueling lokal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember, Gatot Triyono, menyebut kehadiran fasilitas avtur membawa dampak besar bagi operasional penerbangan.

Menurut Gatot, pengisian bahan bakar yang kini bisa dilakukan langsung di Jember membuat pesawat tidak perlu membawa avtur penuh dari Jakarta.

Kondisi tersebut sebelumnya membatasi kapasitas angkut penumpang.

Sebelum ada refueling lokal, jumlah penumpang maksimal hanya sekitar 50 orang per penerbangan.

Dengan adanya pengisian avtur di Bandara Notohadinegoro, kapasitas kini bisa ditingkatkan hingga 70 penumpang.

“Ini membuka peluang lebih banyak kursi tersedia untuk masyarakat,” jelas Gatot.

Ia juga menyampaikan bahwa tren penerbangan selama periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026 menunjukkan hasil yang cukup positif.

Untuk rute menuju Pulau Dewata Bali, tingkat keterisian kursi tercatat rata-rata mencapai 55 persen.

Sementara itu, jalur penerbangan menuju Jakarta mencatat okupansi sekitar 48 persen.

Gatot optimistis angka tersebut akan terus meningkat sepanjang tahun 2026.

Peningkatan diperkirakan terjadi terutama saat momen libur panjang seperti Imlek, Lebaran, dan Hari Raya Nyepi.

Dari sisi legislatif, Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menilai kembalinya FlyJaya sebagai kabar baik setelah melalui proses evaluasi bersama pemerintah daerah.

Fasilitas pengisian avtur yang sudah tersedia di bandara menjadi faktor penting dalam mendukung operasional penerbangan.

“Dengan harga yang lebih terjangkau dan avtur tersedia di bandara, okupansi penumpang bisa dimaksimalkan, baik dari Jember ke Jakarta maupun sebaliknya,” jelas politisi Nasdem tersebut.*

Editor : Sidkin
#bandara notohadinegoro #jember #Rute Jember Jakarta #avtur #Dinas Perhubungan (Dishub) #okupansi #flyjaya