Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kajang Dalam, Menjaga Warisan Adat di Tengah Arus Modernisasi

Halo Jember • Selasa, 10 Februari 2026 | 16:00 WIB
Ballah To Kajang / Rumah Kajang (Foto : Pemkab Bulukumba)
Ballah To Kajang / Rumah Kajang (Foto : Pemkab Bulukumba)

HALOJEMBER - Kawasan Adat Kajang Dalam Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan merupakan wilayah adat yang masih teguh menjaga tradisi leluhu. 

Daerah ini dikenal sebagai salah satu destinasi budaya yang relatif belum ramai wisatawan karena masyarakatnya secara sadar membatasi pengaruh modernisasi demi menjaga keseimbangan alam dan adat istiadat.

Masyarakat adat Kajang Dalam, yang dipimpin oleh Ammatoa sebagai pemimpin adat tertinggi, menjalani kehidupan sederhana dengan berpegang pada ajaran Pasang ri Kajang.

Ajaran ini mengatur seluruh aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan alam, tata cara berpakaian, hingga nilai kejujuran dan kesetaraan sosial.

Salah satu ciri paling menonjol adalah penggunaan pakaian serba hitam sebagai simbol kesederhanaan dan persamaan derajat.

Dalam keseharian, warga Kajang Dalam masih mengandalkan alam secara bijak. Rumah-rumah panggung dibangun tanpa paku besi, listrik tidak digunakan, dan hutan adat dijaga ketat sebagai wilayah sakral.

Hutan ini tidak boleh ditebang sembarangan karena diyakini sebagai sumber kehidupan dan warisan leluhur yang harus dilindungi.

Bagi wisatawan yang berkunjung, pengalaman utama bukanlah hiburan modern, melainkan interaksi langsung dengan budaya yang hidup.

Wisatawan diajak memahami nilai kesederhanaan, mengikuti aturan adat, serta menghormati batasan yang telah ditetapkan masyarakat. Pengambilan foto di area tertentu, misalnya, harus mendapat izin khusus dari pemangku adat.

Meski belum ramai dikunjungi, Kajang Dalam menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata budaya berbasis kearifan lokal.

Pemerintah daerah dan masyarakat adat terus berupaya menjaga keseimbangan antara keterbukaan terhadap wisata dan pelestarian nilai adat agar identitas budaya tetap terjaga.

Kajang Dalam bukan sekadar destinasi wisata, melainkan ruang pembelajaran tentang harmoni antara manusia, alam, dan tradisi.

Di tengah dunia yang bergerak cepat, kawasan adat ini menjadi pengingat bahwa kesederhanaan dan penghormatan terhadap alam masih relevan dan bernilai tinggi.

Editor : Halo Jember
#Kajang #sulawesi selatan #bulukumba #rumah adat