Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ini Keutamaan Tradisi Nyekar atau Ziarah Kubur, Ada Refleksi Spiritual dan Bakti Keluarga

Hariri HJ • Rabu, 18 Februari 2026 | 20:00 WIB
Seorang anak ziarah kubur atau nyekar. (Foto: fürûzan-pinterest)
Seorang anak ziarah kubur atau nyekar. (Foto: fürûzan-pinterest)

HaloJember – H-1 jelang bulan suci Ramadan 1447 H yang diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026, berbagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Indonesia banyak dipadati warga termasuk di Jember.

Nah, mereka yang melakukan tradisi nyekar atau ziarah kubur.

Tradisi yang dilakukan pada ujung bulan Sya’ban ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.

Makna Spiritual dan Persiapan Hati

Dalam laman MUI Digital, ziarah kubur menjelang Ramadan berfungsi sebagai pengingat akan kematian (mengingat akhirat) dan bentuk persiapan spiritual (tarhib) sebelum memasuki bulan penuh ibadah.

Dengan mengunjungi makam, umat Muslim diingatkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah sementara, yang diharapkan dapat meningkatkan kekhusyukan selama berpuasa.

Secara hukum Islam, tradisi ini pada dasarnya dihukumi sunnah.

Rasulullah SAW bersabda, "Kunjungilah kubur, karena itu akan mengingatkan kalian kepada akhirat" (HR. Muslim).

Wujud Bakti dan Pelestarian Budaya

Selain aspek religius, nyekar merupakan wujud nyata bakti seorang anak atau keluarga kepada leluhur yang telah wafat. Di berbagai daerah, tradisi ini dikenal dengan istilah berbeda seperti:

1.Nyadran atau Sadranan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

2.Munggahan di Jawa Barat.

3.Kosar di beberapa wilayah lainnya.

Kegiatan nyekar biasanya meliputi pembersihan area makam, penaburan bunga (bunga tujuh rupa), serta pembacaan doa seperti Surat Yasin, tahlil, dan doa khusus untuk ahli kubur agar mendapatkan ampunan.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Lonjakan peziarah juga membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Di Kota Cirebon misalnya, para pedagang bunga tabur melaporkan kenaikan omzet hingga berkali lipat dibandingkan hari biasa.

Selain itu, jasa pembersih makam musiman turut mendapatkan tambahan penghasilan dari para peziarah yang datang.

Pakar psikologi menyebut bahwa berziarah juga memberikan ketenangan batin karena menjadi momen "pertemuan" emosional untuk melepas rindu sekaligus mendoakan orang terkasih.

Editor : Hariri HJ
#Refleksi Spiritual #bakti keluarga #Tradisi Nyekar #ziarah kubur