Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Wisata Religi, Mengulik Sejarah Masjid Masjid Sunan Ampel dan Sosok Mbah Bolong Penentu Arah Kiblat

Viona Rj • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:00 WIB

Masjid Ampel (Wikipedia)
Masjid Ampel (Wikipedia)

HALOJEMBER -  Kawasan Ampel di Surabaya tidak hanya dikenal sebagai tujuan ziarah ke makam Sunan Ampel, tetapi juga menyimpan sejarah panjang berdirinya Masjid Sunan Ampel serta kisah sosok Mbah Bolong yang melegenda di tengah masyarakat.

Masjid Masjid Sunan Ampel didirikan pada tahun 1421 M oleh Sunan Ampel dibantu dua sahabatanya yaitu Mbah Sholeh dan Mbah Shonhaji (Mbah Bolong).

Masjid ini menjadi salah satu pusat awal penyebaran Islam di wilayah Jawa Timur.

Hingga kini, bangunan masjid masih mempertahankan arsitektur khas Jawa dengan tiang-tiang kayu besar serta atap bertumpang yang mencerminkan akulturasi budaya lokal dan nilai-nilai Islam.

Selain sejarah masjid, masyarakat setempat juga mengenal kisah Mbah Bolong sebagai murid Sunan Ampel yang menentukan arah kiblat masjid.

Saat pembangunan masjid Ampel muncul permasalahan tentang penentuan arah kiblat. Kemudian Mbah Shonhaji melubagi tembok masjid dengan tangannya.

Lalu pada ujung lubang itu terlihat Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.

Karena kemampuannya itu Mbah Shonhaji dijuluki Mbah Bolong. Hingga kini, makam Mbah Bolong masih diziarahi oleh peziarah sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh lokal yang dianggap berjasa untuk penentuan kiblat Masjid Ampel.

Para peziarah yang datang tidak hanya beribadah di masjid, tetapi juga memanfaatkan kesempatan untuk mempelajari sejarah dakwah Sunan Ampel sebagai bagian dari Walisongo.

Selain Mbah Bolong ada juga makam Mbah Soleh yang selalu ramai peziarah. Makam Mbah Soleh cukup unik karena berjumlah sembilan. Konon saat itu Sunan Ampel merasa sedih karena kehilangan Mbah Soleh.

Kemudian Sunan Ampel berandai-andai jika murid kesayangan yaitu Mbah Soleh masih hidup. Kejadian it uterus berulang hingga delapan kali, sehingga makam Mbah Soleh berjumlah sembilan.

Editor : Viona Rj
#wisata religi #surabaya #masjid ampel