JEMBER, Halojember - Warga Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengeluhkan masih terbatasnya pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tingkat desa.
Kondisi tersebut membuat banyak warga kesulitan mengembangkan usaha, terutama bagi pemuda dan ibu rumah tangga yang ingin memulai usaha rumahan.
Aspirasi itu disampaikan warga saat kegiatan reses anggota Komisi C DPRD Jember, Anggun Tri Utami di Kantor Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, Jumat (13/3/2026).
Dalam dialog tersebut, permintaan terkait pelatihan keterampilan menjadi salah satu aspirasi yang paling banyak muncul dari masyarakat.
Warga berharap pelatihan tidak hanya terpusat di lembaga pelatihan kerja, tetapi juga bisa dilaksanakan langsung di desa agar lebih mudah diikuti masyarakat.
Anggun mengatakan sebagian besar aspirasi masyarakat memang berkaitan dengan penguatan UMKM melalui pelatihan.
Ia menyebut warga berharap ada program pelatihan yang disesuaikan dengan kelompok masyarakat, baik untuk kalangan pemuda maupun ibu-ibu.
“Teman-teman masyarakat itu penginnya ada pelatihan-pelatihan di tingkat desa. Terus nanti dibedakan yang kepemudaan sendiri, ibu-ibu sendiri, supaya UMKM-nya bisa maju,” ujarnya.
Menurut Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), jenis pelatihan yang diinginkan warga juga cukup beragam dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Untuk kelompok ibu-ibu, misalnya, muncul usulan pelatihan membuat kue kering hingga menjahit yang dapat menjadi peluang usaha rumahan.
Sementara untuk kalangan pemuda, pelatihan yang diharapkan lebih banyak berkaitan dengan pengembangan usaha berbasis digital, termasuk pemasaran produk secara daring.
“Kalau yang kepemudaan mungkin lebih ke UMKM berbasis digital, karena sekarang kan eranya digital,” katanya.
Selain pelatihan UMKM, warga juga menyampaikan aspirasi lain terkait penerangan jalan umum (PJU) di beberapa titik wilayah yang masih minim pencahayaan.
Beberapa warga menyebut kondisi jalan yang gelap dikhawatirkan memicu risiko kecelakaan maupun tindak kriminalitas.
Usulan tersebut antara lain disampaikan warga dari wilayah Dusun Badian Wetan, Desa Serut, hingga jalur menuju kawasan perbukitan.
Anggun menegaskan aspirasi masyarakat tersebut akan menjadi perhatian dan akan diteruskan kepada dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
Menurutnya sebagian usulan sebenarnya sudah masuk melalui perencanaan desa sehingga tinggal didorong agar mendapat prioritas dalam program pembangunan.
“Saya menjadi atensi dan nanti akan saya teruskan ke dinas terkait. Intinya kami dorong supaya usulan yang sudah ada ini bisa menjadi prioritas,” pungkasnya.*
Editor : Sidkin