Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Rahasia Aliran Dana Asing Sebesar USD 1,8 dari George Soros ke LSM Indonesia yang Bocor ke Publik

Hariri HJ • Rabu, 18 Maret 2026 | 20:25 WIB
Jaringan Soros mendanai kepemimpinan pemuda dan mobilisasi akar rumput di Indonesia. (Foto: The Sunday Guardian Live)
Jaringan Soros mendanai kepemimpinan pemuda dan mobilisasi akar rumput di Indonesia. (Foto: The Sunday Guardian Live)

HaloJember – Aliran dana ini tidak main-main. Seluruhnya bisa dibilang terencana dengan rapi.

Isi aliran dana ini sekaligus mengungkap adanya manuver masif jaringan filantropi global milik miliarder AS George Soros, Open Society Foundations (OSF).

Dana ini untuk memengaruhi demokrasi di Indonesia. Dana yang masuk pun cukup besar dan dana aing ini masuk ke LSM di Indonesia.

Baca Juga: Menyusuri Keindahan dan Misteri Danau Taman Hidup Argopuro: Surga Tersembunyi di Balik Kabut Pegunungan Hyang

Aliran Dana dari Internasional:

Pada periode 2026–2028, Yayasan Kurawal mengusulkan anggaran sebesar USD 1.800.000 (sekitar Rp28,5 miliar).

Menariknya, OSF bukan satu-satunya penyokong, mereka menyuplai 80% dana, sementara 20% sisanya (sekitar USD 360.000) datang dari Taiwan Foundation for Democracy (TFD), lembaga yang didanai langsung oleh pemerintah Taiwan untuk promosi demokrasi internasional.

Baca Juga: Purbaya vs Dedi Mulyadi Soal Dana Mengendap Rp 234 Triliun: Siapa yang Benar?

Anggaran ini dipecah ke dalam empat pilar utama:

1. USD 500.000: Mobilisasi akar rumput dan pembangunan komunitas.

2. USD 500.000: Penguatan kepemimpinan pemuda (generasi Z dan milenial).

3. USD 500.000: Pemantauan ketat terhadap proses pengambilan keputusan pemerintah.

4. USD 300.000: Keterlibatan khusus dengan aktivis akademis dan pemimpin agama.

Dokumen bocor tersebut juga merinci distribusi hibah ke organisasi lokal yang menyasar sektor-sektor sensitif, diantaranya Program "NAHDHAH", Hibah sebesar Rp1,6 miliar dikucurkan kepada Yayasan Islami Media Ramah (Islamidotco).

Baca Juga: Utang Kereta Cepat Tembus Rp88,8 Triliun, Purbaya: Danantara Yang Bayar Utang Harusnya

Program ini menargetkan tokoh Muslim progresif di lingkungan Pesantren, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah untuk membangun narasi Islam yang sejalan dengan hak asasi manusia dan demokrasi versi Barat.

Selain itu, Hibah Rp217,4 juta diberikan kepada Yayasan Hamalatul Ardhi al Murtadho untuk "Sekolah Ekologi Politik", yang bertujuan mencetak pengorganisir massa jangka panjang.

Sementara di Infiltrasi Akademis, Asia Research Centre di Universitas Indonesia (UI) menerima Rp1,2 miliar untuk proyek yang menghubungkan perjuangan kelas pekerja dengan gerakan demokrasi di Asia Tenggara, menunjukkan upaya OSF masuk ke institusi pendidikan tinggi pelat merah.

Terdapat Agenda Papua dan Jaringan Global South

Salah satu poin paling krusial dalam rencana ini adalah jalur khusus untuk Papua.

Di tengah isu sensitif mengenai separatisme dan hak asasi manusia, OSF dan Kurawal berencana memperluas keterlibatan warga di wilayah paling timur Indonesia tersebut.

Selain itu, mereka berupaya mengonsolidasi jaringan advokasi demokrasi di seluruh Global South, menjadikan Indonesia sebagai titik sentral gerakan regional.

Pasca berakhirnya kerja sama dengan Yayasan TIFA, OSF kini bergerak lebih lincah melalui Program Asia Tenggara sejak 2020.

Penggunaan lembaga perantara seperti Kurawal menunjukkan pola "filantropi politik" yang lebih terstruktur, bertujuan menciptakan kondisi jangka panjang bagi konsolidasi masyarakat sipil guna "merebut kembali" ruang politik yang dianggap hilang.

Hingga saat ini, keterbukaan informasi mengenai sumber dana dan agenda politik di balik bantuan luar negeri ini terus menjadi perdebatan hangat, terutama terkait kedaulatan politik domestik Indonesia di hadapan kepentingan aktor global.

Editor : Hariri HJ
#Rahasia Aliran Dana Asing #George Soros ke LSM Indonesia #Bocor ke Publik #Open Society Foundations (OSF)