Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Pernyataan Resmi dan Sikap Partai NasDem Menanggapi Isu Merger (Fusi) dengan Partai Gerindra

Hariri HJ • Rabu, 15 April 2026 | 15:31 WIB
Ilustrasi pidato Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan penegasan terhadap arah partainya kaitan isu merger (fusi). (ai/nurhariri/halojember)
Ilustrasi pidato Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan penegasan terhadap arah partainya kaitan isu merger (fusi). (ai/nurhariri/halojember)

HaloJember – Berikut ini adalah pernyataan resmi dan sikap Partai NasDem dalam menanggapi isu merger dengan Partai Gerindra.

1. Klarifikasi Istilah dan Status Wacana:

Bukan Merger atau Akuisisi: Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa istilah yang lebih tepat dalam politik adalah fusi, bukan merger atau akuisisi.

Baru Sebatas Ide: NasDem menyatakan bahwa isu tersebut saat ini masih sebatas wacana atau gagasan yang lumrah muncul dalam dinamika politik nasional, namun belum ada pembahasan resmi di internal partai.

Baca Juga: Kader Nasdem Demo Tempo, Buntut Adanya Karikatur dan Isu Merger Partai Nasdem ke Gerindra

2. Bantahan Keras Internal

Cacat Logika: Anggota Fraksi NasDem DPR RI, Arif Rahman, menilai isu peleburan tersebut tidak logis dan terkesan dipaksakan.

Menurutnya, tidak masuk akal jika partai yang sudah dibangun selama 15 tahun dengan basis kader besar harus dilebur begitu saja.

Perbedaan Ideologi: Pihak NasDem menekankan bahwa setiap partai memiliki ideologi, identitas, dan cita-cita masing-masing yang tidak mudah untuk disatukan dalam waktu singkat.

Baca Juga: Ketua DPP NasDem Minta Demonstran Dibebaskan

3. Usulan Konsep "Political Bloc"

Daripada melakukan penggabungan fisik partai (fusi), NasDem lebih menawarkan gagasan pembentukan Blok Politik (Political Bloc) sebagai bentuk konsolidasi kekuatan politik tanpa menghilangkan eksistensi masing-masing partai.

4. Protes terhadap Pemberitaan Media

Keberatan terhadap Laporan Tempo: Kader dan pengurus NasDem di berbagai daerah (termasuk Jatim dan Bali) menyatakan keberatan dan rasa sakit hati atas pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai menyesatkan dan melukai perasaan kader.

Aksi Damai dan Aduan ke Dewan Pers: Sebagai bentuk penolakan, sejumlah kader menggelar aksi damai dan mendesak Dewan Pers untuk memberikan sanksi tegas karena dianggap melanggar kode etik jurnalistik.

Baca Juga: Terpilih Aklamasi, Karimullah Dahrujiadi Kembali Pimpin Partai Golkar Jember Periode 2025-2030

5. Komitmen pada Marwah Partai

Seluruh elemen partai, mulai dari DPP hingga DPD, menegaskan komitmen mereka untuk tetap menjaga marwah dan eksistensi Partai NasDem sebagai entitas politik yang mandiri.

 

 

Editor : Hariri HJ
#Pernyataan Resmi dan Sikap Partai NasDem #Isu Merger (Fusi) dengan Partai Gerindra #Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa #Usulan Konsep "Political Bloc"