HaloJember - Menanggapi aksi demonstrasi ratusan kader Partai NasDem di kantor Tempo pada Selasa, 14 April 2026, Redaksi Tempo telah merilis pernyataan resmi.
Aksi ini dipicu oleh laporan utama Majalah Tempo edisi 13–19 April 2026 bertajuk "PT Nasdem Indonesia Raya Tbk" dan sampul yang menampilkan karikatur Ketua Umum Surya Paloh.
Baca Juga: Pernyataan Resmi dan Sikap Partai NasDem Menanggapi Isu Merger (Fusi) dengan Partai Gerindra
Berikut adalah poin-poin utama dari pernyataan lengkap Tempo:
1. Penghormatan Terhadap Aspirasi
Tempo menghargai dan mengapresiasi langkah pengurus serta kader Partai NasDem yang menyampaikan aspirasi secara langsung ke kantor mereka. Pemimpin Redaksi Tempo, Setri Yasra, menyatakan bahwa perbedaan perspektif terhadap pemberitaan merupakan hal yang wajar dalam sebuah demokrasi.
2. Penegasan Proses Jurnalistik
Redaksi menegaskan bahwa laporan utama mengenai isu merger NasDem dan Gerindra telah melalui proses jurnalistik yang ketat.
Baca Juga: Kader Nasdem Demo Tempo, Buntut Adanya Karikatur dan Isu Merger Partai Nasdem ke Gerindra
Verifikasi & Akuntabilitas: Materi berita diklaim telah melewati tahap verifikasi, dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel), dan disusun berdasarkan Kode Etik Jurnalistik.
Karya Jurnalistik: Tempo menekankan bahwa laporan tersebut adalah produk jurnalistik yang sah, meskipun pihak NasDem menilai penggunaan istilah "PT" dan karikatur tersebut merendahkan martabat partai serta pimpinannya.
3. Permohonan Maaf Terkait Sampul
Dalam audiensi dengan perwakilan massa, Setri Yasra menyampaikan permohonan maaf secara terbuka terkait visualisasi sampul majalah yang menyinggung perasaan Ketua Umum Surya Paloh dan para kader partai.
4. Penyelesaian Melalui Mekanisme Pers
Tempo mendorong agar setiap pihak yang merasa keberatan dengan produk jurnalistik mereka menggunakan mekanisme yang telah diatur oleh undang-undang, yaitu melalui Dewan Pers. Segala bentuk penilaian dari publik dianggap sebagai umpan balik (feedback) untuk terus menjaga kualitas karya jurnalistik mereka.
Baca Juga: Ketua DPP NasDem Minta Demonstran Dibebaskan
Sementara itu, isu ini bermula dari laporan Tempo yang mengungkap gagasan penggabungan (merger) antara Partai NasDem dan Partai Gerindra yang diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pihak NasDem melalui berbagai elitnya, seperti Saan Mustopa dan Martin Manurung, telah membantah isu tersebut dan mengkritik etika visualisasi karikatur yang dianggap tidak tepat.
Editor : Hariri HJ