Batas Teduh yang Luruh, Puisi Karya Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso

Halo Jember • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Batas Teduh yang Luruh, Puisi Karya Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso. (ChatGPT)
Ilustrasi Batas Teduh yang Luruh, Puisi Karya Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso. (ChatGPT)

 

Batas Teduh yang Luruh 

Kita bagaikan semut kecil yang mencari arah 
mengikuti ke mana jejak ratunya berlabuh 
mengembara ruang nyaman untuk bersembunyi 
hingga menyarang merangkai sebuah harapan 

Riuh piuknya keadaan 
tak menggentarkan semut itu sendiri 
ia memancarkan cahaya yang ia punya 
di kala yang lain memilih menyembunyikannya 

Namun... 
tempat persinggahannya tak abadi 
ia harus terus berjalan mencari titik terang 
tak seorangpun dapat mengetahui apa yang benar-benar dilalui 

Kedatangannya telah melahirkan cerita baru 
walaupun kedatangannya hanyalah fana 
sekadar singgah dan menabur lara tapi setidaknya ia telah melambungkan banyak tawa

Tak ada yang bisa mengetahui 
takdir akan membawa ke mana kita pergi 
namun takdir tak akan tercipta 
pabila hanya meminta tanpa berusaha.

 

*Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso, Peraih Juara 1 Lomba Baca Puisi FLS3N Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.


MENULIS PUISI

Panjang tulisan puisi kurang lebih 200 kata, topik bebas. Sertakan foto penulis, nomor HP, dan biodata singkat, kirim ke radarjember@gmail.com. Setiap puisi juga tayang di halojember.jawapos.com.

Editor : Sidkin
SMAN 1 Tenggarang Bondowoso puisi semut