Batas Teduh yang Luruh
Kita bagaikan semut kecil yang mencari arah
mengikuti ke mana jejak ratunya berlabuh
mengembara ruang nyaman untuk bersembunyi
hingga menyarang merangkai sebuah harapan
Riuh piuknya keadaan
tak menggentarkan semut itu sendiri
ia memancarkan cahaya yang ia punya
di kala yang lain memilih menyembunyikannya
Namun...
tempat persinggahannya tak abadi
ia harus terus berjalan mencari titik terang
tak seorangpun dapat mengetahui apa yang benar-benar dilalui
Kedatangannya telah melahirkan cerita baru
walaupun kedatangannya hanyalah fana
sekadar singgah dan menabur lara tapi setidaknya ia telah melambungkan banyak tawa
Tak ada yang bisa mengetahui
takdir akan membawa ke mana kita pergi
namun takdir tak akan tercipta
pabila hanya meminta tanpa berusaha.
*Gavrila Regina Azalia, Siswa SMAN 1 Tenggarang Bondowoso, Peraih Juara 1 Lomba Baca Puisi FLS3N Tingkat Provinsi Jawa Timur 2025.
MENULIS PUISI
Panjang tulisan puisi kurang lebih 200 kata, topik bebas. Sertakan foto penulis, nomor HP, dan biodata singkat, kirim ke radarjember@gmail.com. Setiap puisi juga tayang di halojember.jawapos.com.
Editor : Sidkin