Bebas dari Ketergantungan, Puisi Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory

Halo Jember • Dipublikasikan Sabtu, 18 April 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Puisi Bebas dari Ketergantungan. (Ijal/ChatGPT)
Ilustrasi Puisi Bebas dari Ketergantungan. (Ijal/ChatGPT)

 

Bebas dari Ketergantungan

 

Konflik global semakin saling terhubung,
perkembangan di satu wilayah
kian memengaruhi keputusan strategis di tempat lain.
Selama ini, bangsa-bangsa di negeri Asia
sangat bergantung pada impor energi dari Teluk.
Gangguan itu akan membebani kita semua,
ditambah urusan sumber-sumber daya domestik.
Semua itu mendorong kita agar kembali
mengindahkan petuah Bung Karno dan bapak bangsa,
berdaulat dalam politik dan mandiri dalam ekonomi.
Karena ketika konflik dan perang berlarut-larut,
dapat dipastikan sesuai hukum alam dan sunnatullah
akan terjadi deindustrialisasi besar-besaran,
yang memaksa kita agar hidup tegar
serta berdiri di telapak kaki sendiri.

 

Hafis Azhari, peneliti historical memory, juga penulis novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten.

Editor : Sidkin
Minyak dunia puisi konflik global selat hormuz