Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Malaikat Maut Tak Pernah Pilih Gerbong, Puisi Karya Fathorrozi, pendidik di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember

Sidkin • Senin, 4 Mei 2026 | 10:30 WIB
Ilustrasi Malaikat Maut Tak Pernah Pilih Gerbong, Puisi Karya Fathorrozi, pendidik di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember. (Ijal/ChatGPT)
Ilustrasi Malaikat Maut Tak Pernah Pilih Gerbong, Puisi Karya Fathorrozi, pendidik di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember. (Ijal/ChatGPT)

 

Malaikat Maut Tak Pernah Pilih Gerbong

Di rel yang masih menyimpan gema benturan
kita belajar satu hal yang tak diajarkan pengumuman stasiun
bahwa maut tidak membaca label di pintu gerbong
Ia tak berhenti pada tulisan “khusus perempuan”
Tak melambat di kursi prioritas
Tak menimbang siapa yang lebih pantas pulang lebih dulu

Sementara kita masih sibuk menggeser tubuh
memindahkan cemas dari ujung ke tengah
Seolah jarak beberapa meter bisa menawar takdir

Ada dada-dada yang diam
ditaruh di depan tanpa pernah diminta
menjadi pagar yang tak tertulis
menjadi kemungkinan yang tak disebut
dan di dalamnya, laki-laki belajar sunyi
bahwa risiko sering diwariskan seperti kebiasaan
tanpa rapat, tanpa persetujuan

Namun perempuan pun bukan kaca tipis
yang harus disimpan di tengah lemari perjalanan
Mereka pernah berdiri di reruntuhan hidup
mengangkat keluarga, menantang hari
tanpa perlindungan yang diposisikan

Lalu kita bertanya pelan
jika sistem retak
ke mana pun kita pindah tetap rapuh
Rel butuh diperbaiki
bukan sekadar penumpang yang dipindah
karena pada akhirnya
saat suara terakhir menggema di antara besi dan debu
tidak ada yang ditanya duduk di mana
Hanya ada satu sunyi yang sama
nama-nama yang tak sempat turun di tujuan

 

Puisi karya Fathorrozi, Penikmat sastra, tinggal di YPI. Qarnul Islam Ledokombo, pendidik di Pondok Pesantren Nurul Qarnain Sukowono Jember, dan alumnus Pascasarjana UIN KHAS Jember.

Editor : Sidkin
#gerbong kereta api #kecelakaan maut kereta api #gerbong perempuan #puisi