Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kodok Pengusaha, Puisi oleh Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory

Sidkin • Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Kodok Pengusaha, puisi karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (Ijal/ChatGPT)
Ilustrasi Kodok Pengusaha, puisi karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory. (Ijal/ChatGPT)

 

Kodok Pengusaha

Cita-cita Fulan dari dulu memang ingin kaya
dia percaya bahwa Tuhan punya banyak cara
untuk membuatnya kaya dan berkelimpahan.
Namun, ia ingin menempuh jalan pintas
dengan mendatangi dukun dan orang pintar
di beberapa gunung di wilayah Jawa Tengah.
Seorang dukun sepuh menganjurkan
agar dia memelihara kodok di rumahnya.
Lalu, dibuatlah kubangan kecil di serambi rumah,
tempat puluhan kodok bersemayam
dan melantunkan suara di setiap malam.
Hampir dua dekade kodok-kodok itu dipelihara,
sampai kemudian pada tahun-tahun terakhir
para kodok menghilang satu persatu,
hingga musnahlah semuanya.
Ia kembali ke pasar memborong kodok yang sama,
namun kemudian ia tak tahu bahwa sang dukun
yang dulu memberinya petuah kini sudah tiada,
seraya memberi wasiat pada secarik kertas:
“Sampai jumpa di akhirat nanti,
kecuali jika kau akan membawa harta-hartamu
ke dalam tungku api neraka.” 

 

Karya Hafis Azhari, Peneliti Historical Memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

 

 

Editor : Sidkin
#Puisi Radar Jember #kodok pengusaha #historical memory #peneliti