Calon Walikota, Puisi Karya Hafis Azhari

Sidkin • Dipublikasikan Jumat, 22 Mei 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Puisi Calon Walikota. (Ijal/AI/ChatGPT)
Ilustrasi Puisi Calon Walikota. (Ijal/AI/ChatGPT)

 

CALON WALIKOTA 

 

Sahabat saya kini telah menjadi kepala desa.

Ke mana-mana ia gemar membawa peci

dan sarung yang disimpan di dalam ranselnya.

Suatu hari dia bertandang ke rumah saya

bersama seorang temannya yang dari Solo.

Keesokannya, dia minta diantar ke daerah Baduy

di Rangkasbitung untuk memberi santunan

dan bantuan dana dari Keraton Surakarta.

Sang teman diperintahkan mengambil gambar

dengan ponsel mahal yang tersedia.

Ketika datang waktunya salat Jumat,

sahabat saya mengambil peci sarung dari ranselnya

bertindak selaku imam di masjid kecil

di perbatasan Ciboleger dan Baduy Luar.

Keesokannya ramailah diberitakan tentang kehebatan

sahabat saya sebagai Kepala Desa.

Dia pun menelepon saya dengan gembira

seraya menunjukkan beritanya di media sosial.

Sambil menghela napas dia berujar:

“Doakan saya, bulan depan ingin mencalonkan

sebagai Wali Kota Solo.”

 

Karya: HAFIS AZHARI

(Peneliti historical memory, juga pengarang novel “Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten”)

Editor : Sidkin
Puisi Radar Jember calon walikota walikota solo kepala desa