Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kepanikan Massal, Puisi Karya Ahmad Rafiuddin

Sidkin • Kamis, 4 Juni 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi puisj Kepanikam Massal. (Ijal/AI/ChatGPT)
Ilustrasi puisj Kepanikam Massal. (Ijal/AI/ChatGPT)

 

Kepanikan Massal

 

Ancaman kekurangan pangan di tahun 1944m

membuat penduduk dunia panik dan ketakutan.

Tetapi, Norman Borlaug menolak untuk menyerah,

kemudian hijrah meninggalkan laboratoriumnya

di Amerika Serikat,

lalu bergabung dengan ratusan petani

untuk memilih hidup di tengah pesawahan.

Ia mengadakan penelitian selama beberapa tahun

mengenai rekayasa genetika tanaman

di pedalaman Meksiko,

menyilangkan ribuan varietas gandum,

sampai akhirnya membuahkan hasil yang gemilang

saat ia menciptakan bibit gandum mutan

yang berukuran lebih pendek, kebal terhadap hama,

serta mampu menghasilkan panen tiga kali lipat

dari tanaman gandum biasa.

Berkat kerja kerasnya, negara berpenduduk padat

yang awalnya berada di ambang kematian massal,

ikut membudidayakan jenis gandum ini,

hingga terbebas dari ancaman kelaparan massal.

Itulah yang membuat Norman Borlaug

dijuluki bapak revolusi hijau

dan dianugerahi nobel perdamaian di tahun 1970. (*)

 

Karya: AHMAD RAFIUDDIN

(Pengasuh ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah))

 

Editor : Sidkin
#Puisi Radar Jember #norman borlaug #amerika serikat #puisi