Kepanikan Massal
Ancaman kekurangan pangan di tahun 1944m
membuat penduduk dunia panik dan ketakutan.
Tetapi, Norman Borlaug menolak untuk menyerah,
kemudian hijrah meninggalkan laboratoriumnya
di Amerika Serikat,
lalu bergabung dengan ratusan petani
untuk memilih hidup di tengah pesawahan.
Ia mengadakan penelitian selama beberapa tahun
mengenai rekayasa genetika tanaman
di pedalaman Meksiko,
menyilangkan ribuan varietas gandum,
sampai akhirnya membuahkan hasil yang gemilang
saat ia menciptakan bibit gandum mutan
yang berukuran lebih pendek, kebal terhadap hama,
serta mampu menghasilkan panen tiga kali lipat
dari tanaman gandum biasa.
Berkat kerja kerasnya, negara berpenduduk padat
yang awalnya berada di ambang kematian massal,
ikut membudidayakan jenis gandum ini,
hingga terbebas dari ancaman kelaparan massal.
Itulah yang membuat Norman Borlaug
dijuluki bapak revolusi hijau
dan dianugerahi nobel perdamaian di tahun 1970. (*)
Karya: AHMAD RAFIUDDIN
(Pengasuh ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah))
Editor : Sidkin