NARASI SEPI
Dari palung jiwa hampa
Sketsa luka menggema
Sunyi terus menyapa
Obituari jiwa semakin terasa
Senyap mengunci kata-kata
Walau merontah tapi jiwa telah lelah
Taka ada yang bisa mengisi
Tak ada yang bisa membuat narasi
Walau pukau terus mendesak
Benteng sepi tetap kokok berdiri
Merangkak berhari-hari
Tapi letih itu kembali
Membuat orasi menolak pergi
Sepi…
Sunyi…
Matisuri…
Jiwa tak ada daya menolak sepi
Karena sepi, tenang meski ingin mengakhiri
Karya: SYARIFUL HIDAYAT (Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember)
Editor : Sidkin