Sembuh dengan Ikhlas
Aku belajar tentang melepaskan
Tanpa meminta dunia untuk berubah
Meski semesta kerap berpaling dari diriku
Senyum di wajah ini mekar laksana bunga di musim semi
Namun di baliknya, jiwaku adalah musim kemarau yang merintih
Meski begitu aku tetap berjalan sekalipun lambat
Merajut luka, yang telah lama ada dalam diam
Seperti memar yang kubiarkan begitu saja
Berharap jiwa ini dapat kembali utuh
Bisik lirih yang tak henti menggema di lorong pikirku
Akankah semesta memihakku, meski sekali?
Sebab tawa adalah topeng paling mahir,
Menyembunyikan tangis dalam sunyi yang cair.
Sebab sembuh tak pernah berarti lupa,
Hanya ikhlas yang memeluk bekasnya
Menjadi doa yang kian membisu tapi menuntun langkah pulang
Karya: Salim Abuzaid, Anggota Forum Anak, dan Founder Bersuaralewatkarya.
Editor : Sidkin