Sang Pemulung
Sadar akan dirinya yang buta huruf,
Hamid Solanki seorang pemulung asal India
bersumpah untuk menyelamatkan masyarakat
agar tidak mengalami nasib seperti dirinya.
Sejak tahun 1990-an ia berusaha mengumpulkan
buku-buku yang masih layak baca,
dan seringkali ia temukan di dalam tong sampah.
Hamid mengumpulkan beberapa rupee,
untuk membeli buku bacaan anak-anak,
kemudian disatukan dengan buku-buku
yang telah ia himpun selama beberapa tahun.
Sampai kemudian, ia berhasil mengumpulkan
sekitar 20.000 buku dari berbagai disiplin ilmu.
Ia pun menjadikan gubuk kediamannya
sebagai perpustakaan gratis bagi anak-anak terlantar
yang tidak mampu membeli buku sekolah.
Berkat dedikasi dan keikhlasannya,
nama Hamid Solanki dikenal luas
dan menjadi viral pada tahun 2018 lalu,
hingga kemudian jejak perjuangannya
mengilhami jutaan orang yang peka
dan turut menyalakan obor kepedulian
bagi masa depan pendidikan bangsa.
Karya: AHMAD RAFIUDDIN, Pengasuh ponpes Tebuireng 09 (Nurul Falah), aktif menulis puisi dan esai di media massa.
Editor : Sidkin