TAWAR
Rasa ini sudah tawar dan netral
Seperti teh original
tanpa gula tanpa emosional
Tak ada lagi debar yang tertinggal
Saat namamu tak sengaja dipanggil rindu
Semua berjalan biasa, begitu kasual
Seperti angin lalu menepis debu
Dulu penuh seduhan rindu yang pekat
Manis janji meluap di dalam cangkir
Namun waktu membiarkannya mendingin lambat
Hingga semua rasa menguap habis tersingkir
Ku nikmati hambar nan tenang
Tanpa harap nan bikin hati bimbang
Bukan benci, bukan dendam yang tertanam
Hanya sebuah akhir nan damai dan tenteram
Karya: Syariful Hidayat, Alumnus Sastra Unej, Pendidik di SMK IBU Pakusari Jember dan Ketua LESBUMI di MWCNU Sumbersari, Jember
Editor : Sidkin