NANTI
Mungkin nanti...
Kala padi sudah menjadi nasi.
Kala petang mendayung pagi.
Kala air memadamkan api.
Mungkin nanti..
Nanti yang tak kunjung menjadi kini.
Negeri berkembang tak kunjung menjadi kembang.
Tanah surga yang tak kunjung memberi sejahtera.
Demokrasi yang tak kunjung mencapai titik mimpi.
Mereka sibuk pada prinsip diri.
Memperdebatkan kanan dan kiri.
Mencaci perbedaan yang seharusnya menjadi kesetaraan.
Dan menutup mata seolah persatuan hanyalah angan.
Mereka lupa akan tujuan..
Tujuan untuk keadilan bukan sekedar mencari kemenangan
Tujuan untuk memperjuangkan bukan berperang keegoisan.
Dan lupa ..
Akan panggung yang mengusung tak lain adalah punggung mereka yang terpasung.
Terpasung, terkungkung dan terhukum...
Oleh perkelahian yang tak kunjung rangkum.
Mungkin nanti..
Nanti tatkala mentari tak lagi sembunyi.
Nanti tatkala diri bisa berdedikasi bukan hanya menjadi saksi.
Nanti tatkala kanan dan kiri bersama merajut demokrasi.
Demokrasi yang bukan hanya janji.
Demokrasi yang membantu mimpi.
Mimpi...
Mimpi mereka yang sempat tertindas mati.
Karya: Fania Novianti, Siswi MAN Bondowoso
Editor : Sidkin