Luka Mulyono, Puisi Karya Hafiz Ashari

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 14:35 WIB
.Ilustrasi Puisi Luka Mulyono (Ijal/AI/Halo Jember)
.Ilustrasi Puisi Luka Mulyono (Ijal/AI/Halo Jember)

Luka Mulyono

Para penguasa dan pemimpin besar
telah lahir dari luka yang sama.
Sebagian berhasil melupakan luka-lukanya,
serta meningkatkan kualitas ketakwaannya.

Sedangkan dia telah gagal melupakan luka,
hingga melarikan diri untuk menyendiri
di goa-goa, bukit-bukit, hingga Gunung Kawi.

Seketika itu, muncullah penolong misterius itu,
seraya membekalinya kekuatan dan kesaktian,
bersekutu dengan musuh-musuh Tuhan,
lalu tega menorehkan luka-luka baru

bagi mereka yang dianggap lawan politiknya,
demi kepentingan syahwat kekuasaan
bagi sanak famili dan kroni-kroninya. (*)

Karya: HAFIS AZHARI, Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Mulyono jokowi politik