Luka Mulyono
Para penguasa dan pemimpin besar
telah lahir dari luka yang sama.
Sebagian berhasil melupakan luka-lukanya,
serta meningkatkan kualitas ketakwaannya.
Sedangkan dia telah gagal melupakan luka,
hingga melarikan diri untuk menyendiri
di goa-goa, bukit-bukit, hingga Gunung Kawi.
Seketika itu, muncullah penolong misterius itu,
seraya membekalinya kekuatan dan kesaktian,
bersekutu dengan musuh-musuh Tuhan,
lalu tega menorehkan luka-luka baru
bagi mereka yang dianggap lawan politiknya,
demi kepentingan syahwat kekuasaan
bagi sanak famili dan kroni-kroninya. (*)
Karya: HAFIS AZHARI, Peneliti historical memory, juga pengarang novel Pikiran Orang Indonesia dan Perasaan Orang Banten
Editor : Yulio Faruq Akhmadi