Tongkat Estafet, Puisi Karya Ahmad Rafiuddin

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 21:29 WIB
Ilustrasi Puisi Tongkat Estafet (Ijal/AI/RadarJember)
Ilustrasi Puisi Tongkat Estafet (Ijal/AI/RadarJember)
 

Tongkat Estafet

Seorang mantan presiden
telah mengerahkan daya dan upaya,
menunjuk puteranya agar meneruskan estafet,
kemudian mengajaknya ke beberapa kiai sepuh

agar mendoakan dan mengabulkan permintaannya.
Harta dan kekayaan telah dikorbankan.
Upaya berkhalwat dan bersemedi telah dilaksanakan.
Orang tua telah merestuinya dengan tulus,

mahar untuk mengantarkannya menjadi penguasa
telah selesai ditunaikan.
Namun, Tuhan telah menggagalkan rencananya,
di saat terbukti penembakan seorang Hakim Agung,
dialah yang memberi perintahnya.

Karya Ahmad Rafiuddin, Pengasuh Pesantren Tebuireng 09, Banten, penulis buku Marwah Pesantren, juga penulis esai dan puisi di berbagai media nasional luring dan daring

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
presiden puisi estafet