Mengobati Luka
Dari dulu diinjak-injak saya diam,
dicaci-maki saya diam,
dihina-hina saya diam.
Tapi sekarang ketika legitimasi kekuasaan
berada di tangan saya,
maka saya pun telah meraih segalanya.
Saat ini, saya telah selesai dengan diri saya,
hingga berkewajiban untuk banyak bersyukur
dan menjadi pemaaf kepada semua orang,
termasuk kepada mereka yang pernah
menggoreskan luka dan menyakiti hati saya.
Bukankah, saya sendiri pun menginginkan
agar Allah memaafkan segala kesalahan
dan kekhilafan saya di masa lalu?
Karya Chudori Sukra, Anggota Mufakat Budaya Indonesia (MBI), aktif menulis prosa, puisi, dan opini di berbagai media nasional.
Editor : Yulio Faruq Akhmadi