Jejak yang Berat tapi Tak Bersuara, Puisi Karya Intan Nur Syafitri

Yulio Faruq Akhmadi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:00 WIB
Ilustrasi Puisi Jejak yang Berat tapi Tak Bersuara, Karya Intan Nur Syafitri
Ilustrasi Puisi Jejak yang Berat tapi Tak Bersuara, Karya Intan Nur Syafitri (Ijal/AI/Halo Jember)

Jejak yang Berat tapi Tak Bersuara

Saat jalanan tampak ramai
Ada langkah yang menemukan sunyinya sendiri
Suara langkah kaki diiringi dengan beban yang berat
Mengajarkan hidup untuk tetap kuat 

Langit tak pernah mengabarkan betapa beratnya memikul mendung
Ia juga tidak berkisah betapa petir memecah sunyi yang sejak lama terbendung
Di situlah riuh dunia menyebabkan angin kehilangan arah
Namun hati ini tetap menolak untuk menyerah 

Sebab di ujung jalan yang letih ada hasil yang ditunggu
Menuntun kaki pulang ke arah cahaya seputih sagu
Biarlah gemuruh dunia berkejaran merontokkan jerih payah
Hati ini tetap yakin badai yang telah luruh akan berubah menjadi pelangi yang indah 

Karya Intan Nur Syafitri, Mahasiswa semester 5 Jurusan Kimia FMIPA Unej, anggota UMKM LPMM ALPHA)
Instagram: @intannursyafitri_23

 

Editor : Yulio Faruq Akhmadi
Intan Nur Syafitri puisi